Ojol Perempuan di Surabaya Dapat Pelatihan Sablon dari Pemkot Surabaya

Esti Widiyana - detikJatim
Jumat, 19 Agu 2022 04:01 WIB
Perempuan driver ojol di Surabaya mendapatkan pelatihan sablon
Perempuan driver ojol di Surabaya mendapatkan pelatihan sablon. (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya memberikan pelatihan sablon kepada para driver ojol perempuan. Diharapkan di masa mendatang mereka bisa mendapatkan penghasilan tetap dan layak setiap bulannya.

Kepala Dinsos Surabaya Anna Fajriatin mengatakan kegiatan ini merupakan kelanjutan dari hasil pertemuan dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Eri meminta mereka dilatih dan difasilitasi berbagai keahlian serta peralatan oleh Pemkot, mulai dari pelatihan menjahit, menyablon, dan membuat kue.

"Setelah bersama-sama dengan Pak Wali Kota Eri Cahyadi memberikan modal usaha berupa peralatan. Ini yang belum dilatih ada 21 pengemudi ojol perempuan yang memilih pelatihan sablon. Kami gelar selama tiga hari ke depan, jadi mereka akan langsung praktik teknik sablon," ujar Anna di ruang kerjanya, Kamis (18/8/2022).

Untuk menambah semangat para pengemudi ojol perempuan, Anna juga menggelar perlombaan hasil sablon. Perlombaan digelar pada 20 Agustus 2022. Ia terus berkoordinasi dengan instruktur mengenai kebutuhan lanjutan bagi para ojol perempuan.

"Tadi saya sudah berkoordinasi dengan instruktur, apa yang bisa dilakukan dengan alat sederhana yang mereka miliki saat ini? Karena alat ini akan langsung dibawa pulang. Insya Allah mereka sudah menerima orderan, seperti menyablon tas kantong belanja, kardus, dan map," jelasnya.

Anna mengaku, sebelum pelatihan sablon sudah ada dua pelatihan yakni pelatihan menjahit dan membuat kue. Bahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya agar memberi orderan kepada para pengemudi ojol perempuan yang mengikuti pelatihan menjahit.

"Kemudian untuk pelatihan pembuatan kue, hari ini saya juga sudah berkomunikasi dengan Surabaya Hotel School (SHS) untuk membantu untuk packaging kue. Kemarin pelatihan membuat kue sudah mengikuti kelas premium, jadi pangsa pasarnya jelas atau daya jualnya memiliki potensi lebih besar," ujarnya.

Nantinya, setiap perangkat daerah akan mengorder hasil sablon untuk meningkatkan perekonomian. Selain sablon yang dipromosikan, ada juga kue dan jasa jahit.

Perempuan driver ojol di Surabaya mendapatkan pelatihan sablonPerempuan driver ojol di Surabaya mendapatkan pelatihan sablon. (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)

"Sablon di semua PD itu ada. Untuk jasa jahit dan pembuatan kue, sudah kami buatkan surat untuk menawarkan jasa mereka kepada setiap PD. Karena sesuai arahan Wali Kota Eri Cahyadi kami akan berkolaborasi untuk menerbitkan izin usaha dan lainnya bagi para pengemudi ojol perempuan," urainya.

Ia menyebut, jika para ojol perempuan sangat antusias mengikuti pelatihan. Seperti saat pelatihan sablon, banyak di antara mereka yang meminta dilakukan pelatihan tambahan, hingga pendampingan seusai gelaran pelatihan.

"Saat ini kami sedang progres pendataan pendapatan keluarga mereka, kita sudah kroscek dengan data Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dari 246, ada 106 masuk dalam kategori MBR, jadi semuanya kami lakukan pengecekan, mulai dari penghasilan keluarga hingga jumlah anak dalam keluarga tersebut," katanya.

Salah satu ojol perempuan, Vidia Krismala (48) warga kawasan Jalan Kapas Madya mengatakan, ia merasa senang karena telah mendapatkan perhatian dari Pemkot Surabaya melalui Dinsos Surabaya. Dengan adanya pelatihan bagi para ojol perempuan bisa mengurangi pekerjaan di luar rumah.

"Jadi bisa mengurangi pekerjaan kita dijalan. Kita bisa menghasilkan atau membantu keuangan keluarga, karena sejak awal saya tidak ingin bekerja di jalanan terus. Kita bisa bekerja sambil mengawasi anak-anak di rumah, jadi bisa berbagi waktu," kata Vidia.

Sama halnya dengan Yesi Rahmasari (46) ojol perempuan warga kawasan Jalan Tambak Segaran mengatakan bahwa sablon yang ada memiliki peluang bisnis yang cukup besar. Sebab, profesi yang dipilihnya sejak tahun 2019 itu membuatnya harus bekerja hingga larut malam.

"Sesuai dengan ungkapan Pak Wali Kota Eri Cahyadi, yakni ibu-ibu mending bekerja dari rumah. Jadi siang atau sore kita bisa nyablon di rumah, pelatihan hari ini juga menyenangkan karena instrukturnya sangat ramah dan telaten menjelaskan teori dan praktiknya," pungkasnya.



Simak Video "Ribuan Driver Ojol Se-Jawa Timur Demo Turun ke Jalan"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)