Risma Akan Bawa Pahlawan Ekonomi Surabaya Jadi Percontohan Nasional

Esti Widiyana - detikJatim
Senin, 27 Jun 2022 01:04 WIB
risma pahlawan ekonomi
Risma akan bawa Pahlawan Ekonomi ke nasional (Foto: Dok. Pemkot Surabaya)
Surabaya -

Menteri Sosial Tri Rismaharini membawa program Pahlawan Ekonomi (PE) di Surabaya menjadi percontohan nasional. Selain itu, Kemensos juga ingin UMKM berkembang secara nasional.

Tahun ini, para Pahlawan Ekonomi dari Surabaya akan memulai menjadi mentor. Mereka akan berkeliling mengenalkan strategi menjaga bisnis UMKM secara nasional, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

"Itulah yang kami mulai. Sebab, teman-teman timur ini sebenarnya punya keinginan dan pekerja keras. Sehingga, kemudian kami ajari marketing produk, branding, hingga packaging," kata Mensos Risma di Surabaya, Minggu (26/6/2022).

Opening roadshow workshop dan bazar Pahlawan Ekonomi tahun 2022 ada di kawasan Jalan Ketandan Baru, Kecamatan Genteng. Risma juga menghadiri didampingi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Di bazar ini, ada para pengusaha UMKM yang juga alumni program PE di Surabaya dan berbagi tips keberhasilan.

Risma mengatakan PE digagas untuk mengubah nasib warga yang kurang mampu. Melalui pemberdayaan UMKM, warga diajarkan dalam hal produksi, pengemasan, perizinan, hingga marketing. Hasilnya, banyak pelaku UMKM sukses memasarkan berbagai produk hingga ke luar negeri hingga merekrut banyak pekerja.

"Sebetulnya, modal ini nomor sekian. Selalu kalau ngomong usaha, saya selalu ditanyai modal dari mana. Tapi, pembelajaran dari pahlawan ekonomi, kuncinya bukan modal melainkan semangat. Semangat yang tak kenal menyerah itulah yang membuat para pahlawan ekonomi naik kelas dari sisi ekonomi. Dari yang awalnya di grade paling rendah, melompat di level tinggi dari sisi ekonomi," jelasnya.

Pahlawan Ekonomi ini merupakan salah satu program yang digagas oleh Mensos Risma saat masih menjabat sebagai Wali Kota Surabaya tahun 2010 lalu. Dimana para ibu rumah tangga dari keluarga kurang mampu diberi modal mengembangkan UMKM melalui pelatihan dan pendampingan komprehensif.

Jumlah UMKM pun naik pesat. Di tahun 2010, jumlah UMKM yang ikut pelatihan sebanyak 92 UMKM. Kemudian, naik hingga mencapai 8.565 UMKM setelah 7 tahun berselang.

Melalui program ini pula, para PE mendapat pelatihan manejemen keuangan. Sehingga, uang yang digunakan tak hanya habis untuk produksi namun juga bisa untuk keperluan mendesak lainnya. "Memang, di program pahlawan ekonomi bukan hanya kualitas marketing, branding, atau packaging saja. Namun juga diajari manajemen keuangan," ujarnya.

"Sehingga, mereka bisa memiliki tabungan untuk masa tua. Jadi, tidak langsung habis. Mereka punya kantong untuk kesehatan, pendidikan, hingga asuransi," tambahnya.

Sementara Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendukung program tersebut. Bukan hanya di tingkat nasional, intervensi pun telah dilakukan oleh Pemkot. Para pengusaha yang sukses melalui program Pahlawan Ekonomi menjadi mentor untuk pelaku UMKM baru lainnya.

"Pahlawan Ekonomi adalah UMKM yang bergerak. Mereka bisa menarik tenaga kerja hingga UMKM baru. PE akan memberikan pengalaman sekaligus semangat untuk bertarung," kata Eri.

Baginya, semangat berjuang menjadi penting dalam memulai usaha. Sehingga, tidak pesimis dan bisa berhasil. "Ini kami kuatkan lagi . Siapa yang mau berusaha dan punya keyakinan pasti berhasil," pungkasnya.



Simak Video "Risma Sebut Honor Korda Pendamping Bansos Sudah Dibayar"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)