Start-Up Alumni UB yang Masuk Forbes 30 Under 30 Dapat Pendanaan Rp 35 M

Muhammad Aminudin - detikJatim
Sabtu, 19 Mar 2022 15:26 WIB
CHIKIN INDONESIA
Duo Founder Chickin, Ashad dan Tubagus (Foto: Dok. Humas UB)
Malang -

Dua alumni Universitas Brawijaya (UB) menciptakan inovasi perusahaan rintisan (start-up) di bidang peternakan, Chickin Indonesia. Keduanya juga mendapat pendanaan dari investor yang mencapai puluhan milyar.

Mereka adalah Ashab Alkahfi (alumnus prodi Agroekoteknologi) dan Tubagus Syailendra (alumnus prodi Hubungan Internasional). Keduanya lulus di tahun 2020.

"Kami menciptakan platform digital bernama Chickin sejak 2018. Tepatnya saat kuliah semester 2," kata Ashab saat dihubungi detikJatim, Sabtu (19/3/2022).

Setelah riset mendalam, keduanya menciptakan platform yang berguna untuk membantu para peternak melakukan aktivitasnya. Seperti pengontrolan suhu kandang ayam secara manual, data harian, bahkan data penjualan.

"Peternak ayam bisa melakukan pengontrolan suhu kandang dari rumah. Serta bisa memasukkan data seperti sarana produksi peternak, data harian, dan data penjualan. Sehingga performa lebih terukur dan dapat meminimalisir resiko kematian melalui tindakan preventif," ungkap Ashab.

Dari ide brilian itu, start-up Chickin dibina langsung oleh Badan Inovasi dan Inkubator Wirausaha Universitas Brawijaya (BIIW). Baik untuk pengembangan usaha hingga pencarian pendanaan.

"Saat ini, Chickin telah diunduh 1.000 peternak ayam di Indonesia. Dari pengukuran secara digital, Chickin telah meningkatkan produktivitas peternak hingga 25 persen lebih tinggi," papar Ashab.

Tidak hanya itu, Chickin juga memiliki kemitraan dengan 14 rumah potong hewan dan 100 industri makanan penyuplai daging ayam. Pertumbuhan bisnis Chickin bahkan mencapai 22 kali lipat dalam 10 bulan terakhir. Serta menutup putaran pendanaan sebesar Rp35 milyar dengan 3 investor global.

"Kami menargetkan peningkatan omset sebesar Rp 500 milyar di akhir tahun 2022 dengan 10 juta ekor ayam yang diberdayakan setiap bulannya," ucap Tubagus.

Chickin Indonesia juga berkomitmen untuk meminimalisir penggunaan antibiotik pada ayam organik. Mereka juga memberikan pembinaan pada peternak ayam secara gratis. Tujuannya untuk memodernisasi peternak ayam Indonesia.

Salah satu peternak yang memanfaatkan aplikasi itu adalah Yudi. Menurut dia, Chickin sangat membantu dalam pengelolaan dan manajemen pemeliharaan ternak.

"Apabila dilakukan dengan SOP yang ketat, sistem pemeliharaan akan efisien untuk pakan, kematian ternak juga bisa ditekan dengan cara pencegahan dan pengobatan yang presisi," kata Yudi.

Berkat inovasi tersebut, start-up Chickin Indonesia juga lolos ke daftar Forbes 30 Under 30 Indonesia.



Simak Video "Masuk Forbes 30 Under 30 Asia, Prilly Latuconsina: Seperti Mimpi!"
[Gambas:Video 20detik]
(hse/sun)