Ini yang Bawa Alumni UB Masuk Forbes 30 Under 30

Muhammad Aminudin - detikJatim
Sabtu, 19 Mar 2022 14:41 WIB
chikin indonesia
Tubagus berfoto di depan peternakan ayam miliknya (Foto: Instagram @tebesw)
Malang -

Dua alumnus Universitas Brawijaya (UB) masuk daftar Forbes 30 Under 30 Indonesia. Apresiasi itu diberikan berkat inovasi perusahaan rintisan (start-up) di bidang peternakan, Chickin Indonesia.

Mereka adalah Ashab Alkahfi (alumnus prodi Agroekoteknologi) dan Tubagus Syailendra (alumnus prodi Hubungan Internasional). Keduanya lulus di tahun 2020.

Ashab dan Tubagus menciptakan platform digital bernama Chickin sejak 2018. Tepatnya saat mereka kuliah semester 2. Keduanya mengawali riset di Klaten untuk memantau peternakan mereka.

"Di Klaten kami jadi peternak dan membangun kandang, serta mulai usaha ternak ayam. Sampai akhirnya ketemu banyak permasalahan yang dihadapi peternak lokal. Dari situ kita mencoba memecahkan masalah dengan menggunakan teknologi," kata Ashab.

Setelah riset tersebut, keduanya menciptakan platform yang berguna untuk membantu para peternak melakukan aktivitasnya. Seperti pengontrolan suhu kandang ayam secara manual, data harian, bahkan data penjualan.

Duo Founder Chickin Indonesia, Tubagus dan AshadDuo Founder Chickin Indonesia, Tubagus dan Ashad Foto: Dok. Istimewa

"Peternak ayam bisa melakukan pengontrolan suhu kandang dari rumah. Serta bisa memasukkan data seperti sarana produksi peternak atau sapronak, data harian, dan data penjualan. Sehingga performa lebih terukur dan dapat meminimalisir resiko melalui tindakan preventif," ungkap Ashab.

Dari ide brilian itu, start-up Chickin dibina langsung oleh Badan Inovasi dan Inkubator Wirausaha Universitas Brawijaya (BIIW). Baik untuk pengembangan usaha hingga pencarian pendanaan.

Saat ini, Chickin telah diunduh 1.000 peternak ayam di Indonesia. Serta memiliki kemitraan dengan 14 rumah potong hewan dan 100 industri makanan penyuplai daging ayam.

Dari pengukuran secara digital, platform itu telah meningkatkan produktivitas peternak hingga 25 persen lebih tinggi. Pertumbuhan bisnis Chickin bahkan mencapai 22 kali lipat dalam 10 bulan terakhir. Serta menutup putaran pendanaan sebesar Rp35 milyar dengan 3 investor global.

"Kami menargetkan peningkatan omset sebesar Rp 500 milyar di akhir tahun 2022 dengan 10 juta ekor ayam yang diberdayakan setiap bulannya," ucap Tubagus.

Selain itu, Chickin Indonesia juga berkomitmen untuk meminimalisir penggunaan antibiotik pada ayam organik. Mereka juga memberikan pembinaan pada peternak ayam secara gratis. Tujuannya untuk memodernisasi peternak ayam Indonesia.

Berkat inovasi tersebut, start-up Chickin Indonesia dinilai lolos ke daftar Forbes 30 Under 30 Indonesia.

"Dengan kepercayaan dari orang-orang di sekitar saya, saya merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari angkatan 30 under 30 Forbes tahun 2022," kata Tubagus.

Salah satu peternak yang memanfaatkan aplikasi itu adalah Yudi. Menurut dia, Chickin sangat membantu dalam pengelolaan dan manajemen pemeliharaan ternak.

"Apabila dilakukan dengan SOP yang ketat, sistem pemeliharaan akan efisien untuk pakan, kematian ternak juga bisa ditekan dengan cara pencegahan dan pengobatan yang presisi," kata Yudi.



Simak Video "Masuk Forbes 30 Under 30 Asia, Prilly Latuconsina: Seperti Mimpi!"
[Gambas:Video 20detik]
(hse/sun)