Pemkab Kediri Bangun Klinik UMKM Agar Produknya Bisa Diekspor

Andhika Dwi - detikJatim
Senin, 24 Jan 2022 11:15 WIB
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito mendorong produk UMKM siap ekspor. Maka dari itu, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menggelar Klinik Koperasi dan UMKM.
Klinik Koperasi dan UMKM Kediri/Foto: Andhika Dwi/detikcom
Kediri -

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito mendorong produk UMKM siap ekspor. Maka dari itu, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menggelar Klinik Koperasi dan UMKM.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri, Mamiek Amiyati menyampaikan, Klinik Koperasi dan UMKM merupakan program kebijakan dan strategi pemberdayaan bagi koperasi dan UMKM.

"Ketika koperasi dan UMKM mengalami permasalahan, kita bantu menyelesaikan melalui serangkaian pembinaan dan pendampingan terpadu," kata Mamiek, Senin (24/1/2022).

Pembinaan dan pendampingan terpadu yang dilakukan yakni melalui pemberian layanan konsultasi gratis, informasi bisnis, bantuan advokasi bisnis, layanan short course, akses pembiayaan, akses pemasaran, fasilitasi perijinan, dan pelatihan.

Klinik Koperasi dan UMKM didirikan dalam rangka memacu perkembangan dan ketangguhan koperasi dan UMKM. Untuk menunjang layanan yang komprehensif, klinik ini didampingi oleh konsultan manajemen Koperasi dan UMKM, serta melibatkan para pegiat Koperasi dan UMKM.

"Keberadaan klinik ini terintegrasi dengan GARASI (gerai rumah inkubasi) yang telah di-launching oleh Mas Dhito," ungkapnya.

Lokasinya berada di lingkungan Dinas Koperasi dan UMKM. Klinik itu sekaligus menjadi tempat untuk membantu pelaku UMKM di Kabupaten Kediri dalam memasarkan produknya, yang meliputi berbagai produk kerajinan dan batik. Selain secara offline yang buka tiap hari dan jam kerja, pemasaran juga dibantu secara online.

"Orientasi kami ke depan kerajinan ini siap ekspor sesuai arahan Mas Dhito," tambahnya.

Ketua Koperasi Kerajinan Batik Kabupaten Kediri, Sunaryo mengaku, program Mas Dhito dalam menghidupkan UMKM dari berbagai macam kerajinan termasuk batik patut diapresiasi. Apalagi, saat ini Kabupaten Kediri telah memiliki batik khas.

Dia berharap dengan adanya Klinik Koperasi dan UMKM, para pelaku UMKM baik dari kerajinan maupun batik dapat bersatu dengan berbagai kreativitas, sehingga akan lebih mudah dikenal. Di sisi lain, adanya klinik itu sangat membantu dalam pemasaran.

"Ini sangat luar biasa, karena di sini nanti juga ada tim yang membantu memasarkan secara online. Dengan perkumpulan UMKM seperti ini para pembatik sangat terbantu," ucapnya.



Simak Video "Jokowi: 17,5 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital, Jumlah Ini Belum Cukup"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/fat)