Banyak UMKM di Surabaya yang Omzetnya Meroket Selama Pandemi COVID-19

Tim detikcom - detikJatim
Kamis, 20 Jan 2022 09:58 WIB
Ilustrasi UMKM Kuliner
Ilustrasi UMKM kuliner/Foto: Shutterstock
Surabaya -

Ada UMKM di Surabaya yang omzetnya tetap naik selama pandemi COVID-19. UMKM ini bangkit dan mencoba berbagai cara untuk memasarkan produknya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kota Surabaya Fauzie Mustaqiem mengakui, banyak UMKM yang mengalami penurunan omzet. Namun ada pula yang tetap menaikkan omzetnya.

"UMKM memang banyak yang mengalami guncangan saat pandemi dalam hal penurunan omzet, karena memang dampak yang ditimbulkan oleh pandemi ini sangat terasa di berbagai sektor," kata Fauzie kepada detikJatim di Surabaya, Kamis (20/1/2022).

Fauzie mengatakan, UMKM yang omzetnya terus naik saat pandemi COVID-19 kebanyakan di bidang kuliner. Dia menilai, banyak masyarakat di rumah saja sehingga menjadi langganan kuliner-kuliner ini.

"Namun di sisi lain, justru tidak sedikit UMKM yang mampu menaikkan omzetnya, terutama UMKM yang bergerak di bidang makanan atau kuliner. Ini salah satunya karena perubahan pola perilaku masyarakat, yang pada saat pandemi lebih banyak berada di rumah dan lebih banyak beraktivitas di dalam rumah, salah satunya kebiasaan ngemil makanan," paparnya.

Saat ditanya apa saja UMKM yang tetap untung saat pandemi COVID-19, Fauzie mencontohkan Diah Cookies. Dia menyebut, UMKM yang menjual kue kering ini ramai diburu masyarakat. Apa lagi saat menjelang lebaran dan hari besar keagamaan.

Apa lagi, Diah Cookies kerap memasarkan produknya melalui daring atau e-commerce. Hal ini dinilai memudahkan masyarakat dalam mengaksesnya saat di rumah saja.

"Contohnya Diah Cookies, Pempek Tjek Entis dan masih banyak UMKM lainnya," ungkapnya.

"Selain itu juga karena perubahan metode belanja, lebih banyak menggunakan media e-commerce yang membuat orang lebih merasa aman dan nyaman karena tidak berinteraksi dengan orang lain untuk mencegah penyebaran virus," tambah Fauzie.

Di kesempatan ini, Fauzie mengatakan, pihaknya senantiasa memberikan pelatihan hingga pendampingan pada UMKM di Surabaya. Fauzie berharap upaya ini bisa membuat para UMKM bisa maju.

"Pemerintah Kota Surabaya senantiasa mendorong UMKM akan semakin berdaya saing, antara lain memfasilitasi pemasaran produknya, memberikan fasilitas pendaftaran hak kekayaan intelektual dan sertifikasi Halal & BPOM, dan juga kegiatan-kegiatan pelatihan atau pendampingan untuk mendukung produktivitas UMKM," pungkas Fauzie.



Simak Video "Jokowi: 17,5 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital, Jumlah Ini Belum Cukup"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/sun)