10 ART Diduga Disekap di Surabaya Tak Ada Unsur Pidana, Ini yang Terjadi

10 ART Diduga Disekap di Surabaya Tak Ada Unsur Pidana, Ini yang Terjadi

Aprilia Devi - detikJatim
Rabu, 28 Okt 2026 13:30 WIB
Lokasi diduga tempat calon ART disekap di Surabaya.
Lokasi diduga tempat calon ART disekap di Surabaya. (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Polisi menyebut belum ada unsur pidana yang ditemukan dalam dugaan penyekapan 10 calon asisten rumah tangga (ART) di Surabaya. Karena itu hingga saat ini tidak ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kanit Paminal (Pengamanan Internal) Polrestabes Surabaya AKP Johnson Sianturi membeberkan bahwa pemilik bangunan tempat usaha penyalur ART itu adalah seorang wanita bernama Sulastri.

"Pelakunya belum ada, tapi penampungnya ada Ibu Sulastri. Itu pemilik rumah," ujar Johnson, Rabu (28/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Johnson mengungkap, rumah penampungan itu digunakan sebagai tempat sementara sebelum para calon ART bekerja. Mereka rencananya akan dipekerjakan di luar pulau.

"Bukan disekap, itu ditampung saja, sebelum disalurkan nantinya," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Para calon ART tersebut juga diduga belum membayar apapun kepada penyalur selama ini. Saat ini pihaknya pun masih berkoordinasi dengan Dinas Sosial terkait permasalahan tersebut.

"Kita masih koordinasi dengan Dinsos nanti untuk ditindaklanjuti," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pengendalian Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Surabaya, Mudita Dhira Widaksa menceritakan pada Sabtu (24/10) pukul 13.00 WIB saat patroli di Jalan Kedungsari tiba-tiba diberhentikan oleh 2 orang.

"Ada 2 orang warga yang memberhentikan anggota minta tolong. Dari teman-teman anggota perkiraan awal ini mungkin warga yang kehabisan bekal, dari warga luar kota kehabisan bekal," kata Mudita kepada wartawan di lokasi penyaluran ART Jalan Kedung Anyar II, Minggu (25/10/2026).

Satpol PP pun mengamankan kedua orang itu ke mako untuk dilakukan pendalaman. Keduanya merupakan warga luar Kota Surabaya dan hendak menjadi pembantu rumah tangga melalui penyalur jasa di Kedung Anyar.

Pihaknya juga mengarahkan kedua orang yang diduga disekap tersebut ke Polsek Sawahan. Ternyata tidak hanya 2 orang saja, masih ada 8 orang di rumah yang diduga jasa penyalur ART tersebut.

Tim Satpol PP, kepolisian, hingga didampingi Ketua RT 4, RW 12, Kelurahan Sawahan pun mendatangi rumah tersebut dan menemukan orang-orang yang rata-rata sudah tua hendak menjadi pembantu.

"Kalau penyekapan ranahnya kepolisian. Dari Polsek kita sama-sama cek lokasi, ternyata ditemukan ada delapan orang lagi," ujarnya.

Total, ada 10 orang yang hendak menjadi ART dari jasa penyalur tersebut dan telah diamankan. Kini, mereka sudah dibawa ke Liponsos dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Jatim untuk memulangkan ke daerah asal.



(irb/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads