Sebanyak 10 calon asisten rumah tangga (ART) yang diduga disekap di sebuah rumah penyalur jasa ART di Jalan Kedung Anyar II, Surabaya, kini berada di Liponsos. Mereka sedang didata untuk proses pemulangan ke daerah asal masing-masing.
Rumah 3 lantai yang berada di dalam gang kecil Jalan Kedung Anyar II saat didatangi Disperinaker Surabaya, Satpol PP, hingga Polsek Sawahan pada Minggu (25/10) terlihat sepi dan sunyi, meski pintu terbuka separuh. Namun di rumah itulah pada Sabtu (24/10) ditemukan 10 orang yang diduga disekap.
Sepuluh orang calon ART itu pun dibawa Satpol PP ke Liponsos pada Sabtu (24/10). Saat ini, semuanya sedang dilakukan pendataan oleh Disperinaker Surabaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prosesnya harus sesuai prosedur dulu. Kalau masuk di Liponsos, didata. Hari ini lagi dilakukan data assessment oleh teman-teman Disnaker. Ini masih didata detailnya, masih difoto, didokumentasi semuanya, di pemeriksaan kesehatan. Ini belum selesai pendataannya," kata Kepala Dinsos Surabaya Antiek Sugiharti saat dihubungi detikJatim, Senin (26/10/2026).
Setelah proses pendataan selesai, Dinsos Surabaya akan berkoordinasi dengan Dinsos di daerah asal masing-masing calon ART untuk membantu proses pemulangan.
"Semuanya masih dilakukan pendataan detail dengan teman-teman Disnaker. Kan kemarin penyerahannya yang menyerahkan kan teman-teman Satpol PP. Sekarang masih dilakukan pendataan. Jadi masih di Liponsos, ini masih dilakukan pendataan," jelasnya.
Antiek mengaku belum bisa memastikan asal seluruh calon ART tersebut. Namun, berdasarkan data sementara, beberapa di antaranya berasal dari Blitar, Malang, dan Karanganyar, Jawa Tengah. Ia memastikan tidak ada warga Surabaya di antara mereka.
"Masih proses, nanti kalau sudah lengkap, sudah selesai assessment-nya, aku baru bisa kasih jawaban," ujarnya.
"Karena berkaitan dengan penyekapan dari tenaga kerja, maka di-assessment-nya bersama-sama dengan Dinas Tenaga Kerja. Nanti kami melihat hasilnya itu dia warga mana, maka kami akan membantu mengkoordinasikan dengan kabupaten/kotanya, Dinas Sosial untuk pengembalian yang bersangkutan," pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pengendalian Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Surabaya, Mudita Dhira Widaksa menceritakan, pada Sabtu (24/10), pukul 13.00 WIB saat patroli di Jalan Kedungsari tiba-tiba diberhentikan anggotanya.
"Ada dua orang warga yang memberhentikan anggota minta tolong. Dari teman-teman anggota perkiraan awal ini mungkin warga yang kehabisan bekal, dari warga luar kota kehabisan bekal," kata Mudita kepada wartawan di lokasi penyaluran ART Jalan Kedung Anyar II, Minggu (25/10/2026).
Satpol PP pun mengamankan kedua orang tersebut ke mako dan dilakukan pendalaman. Keduanya merupakan warga luar Kota Surabaya dan hendak menjadi pembantu rumah tangga melalui penyalur jasa di Kedung Anyar.
Pihaknya juga mengarahkan kedua orang yang diduga disekap tersebut ke Polsek Sawahan. Di sana, ternyata tak hanya dua orang saja, masih ada delapan orang di rumah jasa penyalur ART.
Tim Satpol PP, kepolisian, hingga didampingi Ketua RT 4, RW 12, Kelurahan Sawahan mendatangi rumah jasa penyalur ART dan ditemukan orang-orang yang rata-rata sudah tua hendak menjadi pembantu.
"Kalau penyekapan ranahnya kepolisian. Dari Polsek kita sama-sama cek lokasi, ternyata ditemukan ada delapan orang lagi," ujarnya.
Total, ada 10 orang yang hendak menjadi ART dari jasa penyalur tersebut dan telah diamankan. Kini, mereka sudah dibawa ke Liponsos dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Jatim untuk memulangkan ke daerah asal.
