Viral Pemobil di Malang Ngaku Dipukul Gerombolan Pemotor Usai Ditegur

Viral Pemobil di Malang Ngaku Dipukul Gerombolan Pemotor Usai Ditegur

Muhammad Aminudin - detikJatim
Senin, 26 Okt 2026 20:15 WIB
Arogansi gerombolan pemotor di Kota Malang
Arogansi gerombolan pemotor di Kota Malang (Foto: Istimewa)
Malang -

Aksi arogan pengendara motor di Kota Malang viral di media sosial. Seorang pengendara mobil mengaku menjadi korban intimidasi hingga pemukulan gerombolan pemotor saat mereka ditegur usai menyorotkan lampu tembak.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Mayjen M Wiyono, Kota Malang, Minggu (25/10/2026) malam. Saat itu, Farra melaju dari arah timur menuju barat, dari kawasan Sawojajar ke arah lapangan Rampal.

Farra menceritakan, persoalan bermula ketika pengendara motor Honda ADV berwarna biru menyorotkan lampu tembak berulang kali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain menyilaukan, pengendara motor tersebut disebut mengambil jalur kendaraan lain.

"Kronologinya, saya dari arah Sawojajar, terus mau ke arah Rampal. Nah, ada orang klakson, sama makan jalan, posisinya silau waktu itu, karena lampu tembak dari motor," kata Farra saat dikonfirmasi, Senin (26/10/2026).

ADVERTISEMENT

Ia mengaku berusaha menyikapi kejadian tersebut dengan tenang. Namun, situasi justru memanas setelah dirinya mencoba memberikan teguran karena sorotan lampu motor mengganggu pandangannya saat berkendara.

Farra menyebut, setelah teguran itu, situasi berkembang menjadi intimidasi. Ia mengaku meminta pihak lain untuk melerai agar persoalan tidak semakin melebar.

Namun, tindakan kekerasan disebut tetap terjadi, termasuk terhadap kendaraan yang dikemudikannya.

"Yang pertama mukulin mobil, spion, terus fender belakang," ungkapnya.

Tak hanya kendaraannya yang menjadi sasaran, Farra juga mengaku mengalami pemukulan di bagian pipi oleh seseorang yang disebut merupakan rekan pengendara motor tersebut.

Insiden itu membuatnya berupaya mencari penyelesaian dengan membawa persoalan ke kantor polisi.

Menurut Farra, pihak yang terlibat sempat beberapa kali menghentikan kendaraannya. Ia kemudian menuju Polresta Malang Kota untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Tetapi para pengendara awalnya mengikuti ternyata tak ikut datang sebagaimana yang diharapkan.

"Setelah itu, karena sudah ada intimidasi sama pemukulan, terus saya ke polresta, mereka enggak datang," tuturnya.

Farra mengatakan, dirinya tidak langsung membuat laporan pada malam kejadian. Ia masih mengumpulkan data terkait pihak-pihak yang terlibat, nomor polisi motor pun sempat terekam dashcam berada di mobilnya.

"Dari rekaman video terlihat nomor motornya," pungkasnya.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads