Telkom University Surabaya bakal melakukan pengembangan terhadap kampus. Hal ini dilakukan untuk menuju National Excellence Entrepreneurial University berbasis Safe AI pada 2028.
Rektor Telkom University Surabaya Prof Suyanto mengatakan pengembangan ini sebagai upaya untuk merespons perkembangan kecerdasan artifisial (AI). Dan tentunya mendorong pemanfaatan positif.
"Safe AI mengacu pada prinsip Secure/Sustainable, Accurate, Fair/Fast, dan Explainable Artificial Intelligence. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya universitas dalam merespons perkembangan kecerdasan artifisial (AI) serta mendorong pemanfaatan teknologi yang aman, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat nyata," kata Suyanto dalam pesannya di acara wisuda Telkom University Surabaya, Minggu (25/10/2026).
Suyanto , menambahkan pengembangan Safe-AI selaras dengan nilai-nilai yang dijunjung Telkom University. "Yaitu harmony in holistic life, excellence in empathic ethics, dan integrity in interdependence," ujarnya.
Di sisi lain, Suyanto juga berpesan kepada 586 wisudawan untuk senantiasa memperluas sudut pandang, bersikap rendah hati, serta menyeimbangkan empati dan profesionalisme.
"Jangan lupakan tiga pesan saya untuk meluaskan sudut pandang, jangan merasa paling benar, paling pintar, paling hebat. Ingat untuk selalu sabar mendengar, sebentar komentar. Harmonikan empati dan profesionalisme serta berikan pencerahan bagi umat manusia," pesannya.
Selain itu, Telkom University Surabaya menyampaikan laporan pengelolaan Endowment Fund. Hingga September 2026, dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp58,6 miliar, dengan penyaluran manfaat lebih dari Rp3 miliar kepada hampir 5.000 penerima.
Ia menyebut, dana tersebut juga telah mendukung 64 jenis beasiswa bagi penerima di lingkungan Telkom University maupun pihak eksternal. "Ilmu dan manfaat yang tumbuh dari endowment akan menjadi kebaikan yang terus mengalir kepada para pemberi," pungkasnya.
Simak Video "Video: Viral Kasus Perundungan Mahasiswa Telkom University!"
(esw/abq)