Kali Jagir muncul busa di kawasan Jalan Raya Kedung Baruk, Surabaya. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya memastikan, busa bukan berasal dari limbah industri.
Kepala DLH Surabaya, M. Fikser mengataka, berdasarkan pengecekan busa di Kali Jagir depan Hotel Samator dan outlet Rumah Pompa Wonorejo I, terdapat aktivitas rumah pompa banjir 5 m3 sedang dioperasionalkan.
"Ditemukan buih/busa di outlet Rumah Pompa Wonorejo 1, Kali jagir. Menurut petugas rumah pompa wonorejo 1 pompa dioperasionalkan karena ada pekerjaan menaikkan bendungan dan harus kondisi kering," kata Fikser kepada detikJatim, Sabtu (24/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pompa banjir di Rumah Pompa Wonorejo 1 dioperasionalkan setiap pagi pukul 05.00- 09.00 WIB dan sore pukul 15.30-17.30 WIB. Berdasarkan petugas rumah pompa, saat pompa dioperasionalkan terdapat busa yang dihasilkan dari turbulensi pompa.
Fikser menegaskan, bila busa bukan berasal dari limbah, apalagi industri. Busa memang kerap muncul karena turbulensi pompa dan kondisi kemarau panjang.
"Bukan pencemaran akibat pencemaran besar dari pabrik atau apa, nggak ada. Kami sudah telusuri sampai bawah. Itu sering terjadi karena situasi saat ini kemarau panjang," jelasnya.
Ia menyebut, fenomena ini kerap muncul. Bahkan pada bulan Agustus lalu juga muncul busa di sungai kawasan Jagir dan ketika pompa dimatikan, beberapa saat kemudian busa hilang.
"Ketika mesin pompa dimatikan, dengan sendirinya busa itu akan hilang, karena ini musim kemarau. Tapi kalau musim hujan, dia tercampur banyak air. Jadi proses busa cenderung tidak ada. Fenomena ini sering terjadi, selain di depan Samator juga di Jagir, sama. Setelah dimatikan beberapa jam busanya hilang lagi," pungkasnya.
