7 Kabupaten Penghasil Padi Terbesar di Jawa Timur

Myesha Fatina Rachman - detikJatim
Jumat, 23 Okt 2026 15:30 WIB
Ilustrasi lumbung padi terbesar di Jawa Timur. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan produksi padi terbesar di Indonesia. Sejumlah kabupaten berperan penting dalam mendukung ketersediaan pangan, mulai dari Lamongan, Bojonegoro, hingga Ngawi.

Berdasarkan data produksi yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Lamongan menempati peringkat pertama sebagai daerah penghasil padi terbesar di Jawa Timur. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Ngawi.

Selain ketiga daerah tersebut, Kabupaten Jember, Tuban, Madiun, dan Banyuwangi juga masuk dalam tujuh besar daerah dengan produksi padi tertinggi. Berikut daftar tujuh kabupaten penghasil padi terbesar di Jawa Timur.

Kabupaten Penghasil Padi Terbesar di Jawa Timur

Data produksi padi menunjukkan perbedaan jumlah hasil panen di setiap kabupaten. Berikut daftar tujuh kabupaten penghasil padi terbesar di Jawa Timur beserta angka produksinya berdasarkan data BPS Provinsi Jawa Timur.

1. Kabupaten Lamongan

Kabupaten Lamongan menempati peringkat pertama dengan angka produksi sebesar 904.928 ton Gabah Kering Giling (GKG) pada 2026.

Capaian tersebut didukung sejumlah program pemerintah daerah, seperti perluasan luas tambah tanam, kemudahan akses pupuk bagi petani, bantuan alat dan mesin pertanian, serta pendampingan dan pelatihan.

Pemerintah Kabupaten Lamongan juga berupaya mempertahankan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan nasional sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

2. Kabupaten Bojonegoro

Kabupaten Bojonegoro berada di posisi kedua dengan produksi padi sebesar 886.443 ton pada 2026. Peningkatan tersebut mengantarkan Bojonegoro naik dari peringkat ketiga ke peringkat kedua penghasil pada di Jawa Timur, melampaui Kabupaten Ngawi.

Pemerintah daerah menilai peningkatan produksi ini menjadi modal untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendorong Bojonegoro menjadi salah satu daerah unggulan produksi padi nasional.

Meski demikian, sektor pertanian masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti biaya benih, pupuk, tenaga kerja, dan panen, serta perubahan cuaca. Karena itu, peningkatan produksi perlu diikuti upaya untuk menjaga kesejahteraan petani.

3. Kabupaten Ngawi

Kabupaten Ngawi menempati peringkat ketiga dengan produksi padi sebesar 775.466 ton. Daerah ini juga dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur karena berperan dalam menjaga ketersediaan beras. Produksi beras di Ngawi mampu melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat sehingga menghasilkan surplus.

Sebagian hasil produksi bahkan didistribusikan ke daerah lain untuk mendukung ketersediaan pangan. Selain menjaga ketersediaan beras, pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pemborosan pangan dan mengatur konsumsi sesuai kebutuhan.

4. Kabupaten Jember

Kabupaten Jember berada di posisi keempat dengan produksi padi sebesar 686.594 ton. Jember menjadi salah satu daerah yang berkontribusi terhadap produksi pangan di Jawa Timur, terutama di kawasan Tapal Kuda.

Peningkatan produktivitas pertanian didukung sejumlah upaya pemerintah daerah, seperti optimalisasi lahan, perbaikan infrastruktur irigasi, pompanisasi, serta pengelolaan lahan pertanian produktif.

Pemkab Jember juga berupaya memastikan pupuk bersubsidi diterima petani yang berhak. Bantuan alat dan mesin pertanian, benih, serta pembangunan infrastruktur pertanian turut menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas.

5. Kabupaten Tuban

Kabupaten Tuban menempati peringkat kelima dengan produksi padi sebesar 592.022 ton. Sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang terus dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan daerah.

Upaya peningkatan produktivitas dilakukan melalui penguatan sarana dan prasarana pertanian, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

6. Kabupaten Madiun

Kabupaten Madiun berada di peringkat keenam dengan produksi padi sebesar 474.087 ton. Selain berkontribusi terhadap produksi pangan di Jawa Timur, daerah ini juga menjadi salah satu wilayah sasaran program bantuan pangan pemerintah.

Pemerintah bersama Perum Bulog pernah menyalurkan bantuan pangan beras kepada 107.231 penerima di Madiun. Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras untuk setiap alokasi bantuan.

7. Kabupaten Banyuwangi

Kabupaten Banyuwangi menempati posisi ketujuh dengan produksi padi sebesar 456.133 ton. Upaya menjaga produksi beras di Banyuwangi dilakukan melalui optimalisasi luas tanam, peningkatan indeks pertanaman, serta penggunaan alat dan mesin pertanian modern.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada Januari hingga Juni 2026, daerah ini juga mencatatkan surplus beras. Produksi beras Banyuwangi mencapai 255.257 ton, sedangkan konsumsi masyarakat pada periode yang sama sebesar 81.252 ton.

Sebagian surplus beras Banyuwangi tersebut didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia melalui Perum Bulog untuk mendukung cadangan pangan nasional.



Simak Video "Pemerintah dan BI Luncurkan GPIPS untuk Ketahanan Pangan Nasional"

(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork