- Fakta Unik Jawa Timur 1. Klenteng Terbesar di Asia Tenggara 2. Lima Makam Wali Songo di Jawa Timur 3. Jembatan Suramadu Memegang Rekor Terpanjang di Indonesia 4. Pacitan Dijuluki Kota 1001 Goa 5. Jawa Timur Punya Rujak Soto 6. Alun-alun Kota Batu Memiliki Bianglala 7. Reog Ponorogo Dikenal hingga Mancanegara 8. Jawa Timur Memiliki Jalan Provinsi Terpanjang di Indonesia 9. Jawa Timur Salah Satu Lumbung Padi Nasional 10. Surabaya Enam Kali Berturut-turut Mendapat Penghargaan Kota Layak Anak
Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan wilayah dan kekayaan budaya yang beragam. Tak hanya dikenal dengan Gunung Bromo, Suramadu, atau kuliner khasnya, Jawa Timur juga menyimpan berbagai fakta unik yang mungkin belum banyak diketahui.
Mulai dari keberadaan klenteng terbesar di Asia Tenggara, lima makam Wali Songo, hingga kabupaten yang mendapat julukan Kota 1001 Goa. Berikut sejumlah fakta unik Jawa Timur yang menarik untuk diketahui.
Fakta Unik Jawa Timur
Berbagai fakta tersebut menunjukkan sisi lain Jawa Timur yang tak hanya menarik dari segi wisata, tetapi juga sejarah, budaya, dan keunikan daerahnya. Setiap wilayah memiliki ciri khas tersendiri yang membuat provinsi ini menyimpan banyak hal menarik untuk ditelusuri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Klenteng Terbesar di Asia Tenggara
Jawa Timur memiliki salah satu tempat ibadah klenteng terbesar di Asia Tenggara, yakni Klenteng Kwan Sing Bio (KSB) di Kabupaten Tuban. Klenteng yang berada di jalur pantura ini memiliki luas lahan sekitar 4-5 hektare. Lokasinya juga cukup unik karena berada di tepi jalan raya dan menghadap langsung ke laut.
Klenteng ini juga pernah memiliki patung Dewa Kwan Sing Tee Koen setinggi sekitar 30 meter. Pada 16 April 2020, patung tersebut tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai patung dewa terbesar di Asia Tenggara. Namun, patung tersebut kemudian runtuh akibat cuaca dan angin kencang.
2. Lima Makam Wali Songo di Jawa Timur
Fakta unik lainnya berkaitan dengan sejarah penyebaran Islam di Pulau Jawa. Dari sembilan tokoh yang dikenal sebagai Wali Songo, lima makamnya berada di Jawa Timur. Kelima makam tersebut, yaitu Sunan Bonang di Tuban, Sunan Drajat di Lamongan, Sunan Gresik di Gresik, Sunan Giri di Gresik, dan Sunan Ampel di Surabaya.
Keberadaan makam tersebut membuat sejumlah daerah di Jawa Timur menjadi tujuan wisata religi. Peziarah tidak hanya berasal dari Jawa Timur, tetapi juga dari berbagai daerah lainnya. Kunjungan biasanya meningkat menjelang bulan Ramadan.
3. Jembatan Suramadu Memegang Rekor Terpanjang di Indonesia
Jembatan Suramadu tentu sudah tidak asing bagi masyarakat Jawa Timur. Jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Madura ini membentang sepanjang 5.348 meter.
Jembatan tersebut tercatat dalam MURI sebagai jembatan terpanjang di Indonesia. Selain menjadi jalur transportasi, Suramadu juga menjadi salah satu ikon Jawa Timur karena menawarkan pemandangan laut dari jembatan.
4. Pacitan Dijuluki Kota 1001 Goa
Kabupaten Pacitan di bagian selatan Jawa Timur memiliki julukan yang cukup unik, yakni Kota 1001 Goa. Julukan tersebut diberikan karena wilayah Pacitan memiliki banyak lokasi gua yang kemudian dikembangkan menjadi destinasi wisata. Salah satu yang paling terkenal adalah Goa Gong di Desa Bromo, Kecamatan Punung.
Goa Gong memiliki keunikan berupa suara yang menyerupai bunyi gong. Suara tersebut muncul ketika bagian stalaktit dan stalagmit tertentu dipukul dan menghasilkan gema di dalam Goa Gong.
5. Jawa Timur Punya Rujak Soto
Kalau biasanya rujak dan soto disajikan sebagai dua makanan berbeda, Banyuwangi justru punya perpaduan keduanya yang dikenal sebagai rujak soto. Kuliner khas Banyuwangi ini memadukan bumbu rujak berbahan kacang tanah dan petis dengan sayuran rebus, tempe goreng, serta potongan daging.
Setelah itu, hidangan disiram dengan kuah soto. Perpaduan dua makanan tersebut menghasilkan cita rasa yang berbeda dari rujak maupun soto pada umumnya. Rujak soto juga cukup mudah ditemukan di berbagai rumah makan di Banyuwangi.
6. Alun-alun Kota Batu Memiliki Bianglala
Alun-alun Kota Batu bukan hanya dikenal sebagai ruang terbuka di kawasan wisata. Tempat ini juga memiliki bianglala yang menjadi salah satu daya tarik Alun-alun Kota Batu.
Alun-alun Kota Batu disebut sebagai satu-satunya alun-alun di Indonesia yang memiliki bianglala. Keberadaan wahana tersebut membuat pengunjung bisa menikmati pemandangan Kota Batu dari ketinggian.
7. Reog Ponorogo Dikenal hingga Mancanegara
Jawa Timur juga memiliki kesenian tradisional yang sudah dikenal hingga luar negeri, yakni Reog Ponorogo. Kesenian asal Ponorogo tersebut identik dengan beberapa tokoh dan unsur pertunjukan seperti Barongan, Jathil, Warok, dan Bujang Ganong.
Reog Ponorogo tidak hanya ditampilkan dalam acara masyarakat seperti pernikahan, khitanan, dan festival, tetapi juga pernah dipentaskan dalam berbagai acara di luar negeri.
8. Jawa Timur Memiliki Jalan Provinsi Terpanjang di Indonesia
Fakta lainnya datang dari sektor infrastruktur. Berdasarkan data BPS, panjang jalan di Jawa Timur mencapai 43.812 kilometer. Angka tersebut setara 7,72 persen dari total panjang jalan nasional.
Hal ini menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan panjang jalan terbesar di Indonesia. Bahkan, panjang jalan di Jawa Timur jika dibandingkan berdasarkan angka disebut lebih panjang daripada keliling Bumi yang mencapai sekitar 40.075 kilometer.
9. Jawa Timur Salah Satu Lumbung Padi Nasional
Tidak hanya kaya wisata dan budaya, Jawa Timur juga memiliki peran besar dalam sektor pertanian. Jawa Timur berkontribusi sekitar 17,99 persen terhadap produksi pada nasional.
Selain padi, provinsi ini juga dikenal sebagai salah satu penghasil komoditas pertanian seperti jagung, tebu, dan buah-buahan. Besarnya produksi tersebut membuat sektor pertanian, khususnya padi, menjadi salah satu bagian penting dalam perekonomian Jawa Timur dan ketahanan pangan nasional.
10. Surabaya Enam Kali Berturut-turut Mendapat Penghargaan Kota Layak Anak
Fakta unik lainnya datang dari ibu kota Jawa Timur, Surabaya. Pada 2023, Surabaya mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Kategori Utama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Surabaya juga telah memperoleh penghargaan tersebut selama enam kali berturut-turut.
(irb/hil)
