Penambangan Emas di Jawa Timur, Ini Daerah dan Potensi Cadangannya

Penambangan Emas di Jawa Timur, Ini Daerah dan Potensi Cadangannya

Myesha Fatina Rachman - detikJatim
Jumat, 23 Okt 2026 10:30 WIB
PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk, pemilik konsesi Tambang Tumpang Pitu (Tujuh Bukit) di Banyuwangi Jawa Timur, tahun ini menargetkan produksi emas 155.000-170.000 ounces, atau naik sekitar 8,80%-19,32% year on year (yoy). Tumpang Pitu merupakan tambang ramah lingkungan yang menerapkan sistem Heap Leach (pelindihan) sehingga tidak menghasilkan tailings.
PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk, pemilik konsesi Tambang Tumpang Pitu (Tujuh Bukit) di Banyuwangi Jawa Timur. Foto: dok. BSI
Surabaya -

Jawa Timur memiliki potensi sumber daya mineral berupa emas yang tersebar di sejumlah daerah. Salah satu lokasi pertambangan emas yang telah beroperasi berada di Kabupaten Banyuwangi, tepatnya di kawasan Tambang Emas Tujuh Bukit atau yang dikenal juga sebagai Tambang Tumpang Pitu.

Selain Banyuwangi, beberapa daerah lain, seperti Malang, Lumajang, Tulungagung, Trenggalek, Pacitan, Blitar, dan Jember, juga disebut memiliki potensi kandungan emas.

Potensi tersebut menjadi bagian dari sumber daya mineral Jawa Timur yang masih memerlukan penelitian, pengembangan, dan pengelolaan dengan memperhatikan dampak lingkungan sekitar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi

Tambang Emas Tujuh Bukit atau Tumpang Pitu terletak di Desa Sumberagung, Kecamatana Pesanggaran. Tambang ini dikelola oleh PT Bumi Suksesindo (BSI), anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk.

Riwayat penemuan tambang ini bermula pada 1997 oleh PT Aneka Tambang (Antam). Selanjutnya, proyek tersebut diambil oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk pada 2012 dan mulai berproduksi pada 2016.

ADVERTISEMENT

Tambang Tujuh Bukit merupakan tambang terbuka yang menggunakan metode penggalian bijih mineral untuk mengambil kandungan emas dan perak.

Kegiatan operasionalnya memanfaatkan alat berat, seperti ekskavator dan truk pengangkut, serta metode pengolahan untuk mengekstraksi logam dari bijih.

Berdasarkan operasional kuartal pertama 2024, tambang ini mencatat produksi emas sebanyak 24.139 ons. Pada periode tersebut, total biaya tunai tercatat sebesar USD 1.065 per ons, sedangkan biaya all in sustaining cost (AISC) mencapai USD 1.479 per ons. Perusahaan juga menetapkan panduan produksi emas 2024 sebesar 100.000-120.000 ons.

Daerah Lain di Jawa Timur yang Berpotensi Memiliki Emas

Selain Banyuwangi, terdapat beberapa daerah di Jawa Timur yang disebut memiliki potensi kandungan emas. Malang termasuk daerah yang disebut memiliki potensi mineral emas.

Pemerintah daerah juga disebut telah melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi mengandung mineral untuk membantu menyelaraskan tata ruang kabupaten dan provinsi.

Wilayah Malang masuk dalam area potensial bersama Lumajang yang diperkirakan mencapai sekitar 26.000 hektare berdasarkan informasi dalam bahan yang diberikan. Namun, angka tersebut merupakan perkiraan luas area potensial, bukan jumlah cadangan emas terukur.

Lumajang juga disebut memiliki potensi kandungan emas. Wilayah ini menjadi salah satu lokasi penelitian untuk mengetahui kandungan mineral melalui pengambilan sampel dan kajian geologi.

Tulungagung termasuk daftar daerah yang disebut memiliki potensi kandungan emas dan mineral lainnya. Dalam bahan yang diberikan, area antara Tulungagung dan Trenggalek diperkirakan mencapai sekitar 56.000-58.000 hektare.

Selain itu, Trenggalek memiliki sejumlah lokasi yang disebut berpotensi mengandung emas, antara lain Timahan, Kojan, dan Suruh. Lokasi Kojan disebut memiliki kandungan emas paling tinggi di antara ketiga titik tersebut.

Blitar juga menjadi daerah lain yang disebut memiliki potensi mineral emas. Salah satu wilayah yang disebut dalam bahan adalah Gunung Klitik, Kecamatan Wates, Wonotirto.

Pacitan termasuk daerah yang memiliki potensi kandungan emas berdasarkan informasi yang diberikan. Area potensial di wilayah ini diperkirakan mencapai sekitar 96.000 hektare. Potensi emas di Desa Kebonsari, Kecamatan Punung, serta wilayah Kecamatan Bandar.

Yang terakhir, ada Jember yang disebut memiliki potensi kandungan emas, terutama di Kecamatan Silo. Wilayah ini termasuk lokasi yang telah menjadi perhatian dalam kegiatan eksplorasi pertambangan.

Potensi emas di Jawa Timur tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pertambangan, tetapi juga dengan industri pengolahan dan pembuatan perhiasan.

Industri perhiasan di Jawa Timur mencakup 26 unit industri skala besar dan menengah serta 1.854 unit industri skala kecil. Sektor tersebut disebut mampu menyerap tenaga kerja hingga 17.600 orang.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads