Kemarau panjang melanda di Jawa Timur (Jatim) menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di sejumlah titik. Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak mengungkap sulitnya melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) agar turun hujan di Jatim.
"OMC-nya susah karena ini, awannya (awan potensi hujan) nggak ada," kata Emil di Surabaya, Kamis (22/10/2026).
Emil mengatakan, Pemprov Jatim beberapa waktu lalu telah melakukan OMC. Namun, hasilnya belum optimal untuk suatu daerah turun hujan. Potensi awan hujan masih sulit ditemukan terutama di wilayah-wilayah yang terjadi kekeringan serta karhutla saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi ini contoh, bukan hanya BNPB, bukan hanya BMKG, bahkan PJT Perum Jasa Tirta itu juga sudah mengusahakan OMC untuk ngisi waduk-waduk di sini. Nah, tetapi memang kalau awannya nggak ada, nggak berhasil gitu OMC-nya," terangnya.
Dari data BPBD Jatim, ada 25 daerah yang mengalami kekeringan yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Situbondo, Sumenep, Kabupaten Mojokerto, dan Lumajang.
Kemudian Bondowoso, Lamongan, Banyuwangi, Bangkalan, Kabupaten Blitar, Trenggalek, Gresik, Jember, Sampang, Tulungagung, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Kota Batu, Jombang, Bojonegoro, Kabupaten Probolinggo, Pamekasan, dan Magetan.
Sedangkan untuk daerah yang juga menyatakan siaga atau tanggap darurat karhutla yakni di Banyuwangi, Bangkalan, Lumajang, Kabupaten Pasuruan.
Kemudian di Trenggalek, Kabupaten Malang, Jember, Kabupaten Mojokerto, Situbondo, Pacitan, Ponorogo, Kota Batu, Jombang, Kabupaten Probolinggo, dan Magetan.
Selain itu, saat ini masih terjadi karhutla di kawasan Gunung Bromo, Gunung Argopuro, Gunung Arjuno-Welirang.
