Surabaya Cegah Campak Jadi KLB, Kenali Gejala hingga Penanganannya

Surabaya Cegah Campak Jadi KLB, Kenali Gejala hingga Penanganannya

- detikJatim
Rabu, 21 Okt 2026 22:45 WIB
Child scratch body has sensitive itchy skin. Bodily rash. Kid allergy closeup. Little baby scratches eruption. Irritation, hive. Pruritus. Mosquito insect bite. Red from sunburn, Seborrheic Dermatitis. Sick Girl. Kid with Red Rash being Examined at the Physician. Allergic Rash, Chicken pox, Monkeypox Symptoms on the Body of Child. Health Problem. Bacterial Infections, Disease. Small Child with Red Rash. Baby with Red Spots Blisters on the skin. Close up of Painful Rash. Health Problem. Rubella, Chickenpox, Scarlet fever, Measles. Bacterial Infections, Disease.
Ilustrasi Campak (Foto: Getty Images/Marina Demidiuk)
Surabaya -

Pemerintah Kota Surabaya memperkuat Upaya pencegahan campak agar penularannya tidak meluas dan berkembang menjadi kejadian luar biasa (KLB). Berdasarkan informasi Pemkot Surabaya pada 13 Oktober 2026, langkah tersebut dilakukan melalui penerbitan Surat Edaran Nomor 400.7.7.1/20645/436.7.2 Tahun 2026 tentang Penguatan Edukasi Masyarakat dan Kewaspadaan terhadap Penularan Campak serta Potensi KLB di Kota Surabaya.

Upaya pencegahan mencakup peningkatan edukasi masyarakat, deteksi dini gejala, serta penguatan imunisasi campak-rubella (MR), termasuk imunisasi kejar bagi anak yang belum melengkapi dosis sesuai ketentuan. Masyarakat juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami demam disertai ruam pada kulit atau gejala lain yang mengarah pada campak. Pengenalan gejala sejak dini penting agar pasien memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang sesuai, sekaligus membantu mencegah penularan lebih luas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Penyakit Campak?

Dilansir dari laman resmi Kemenkes campak merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dan mudah menular, terutama pada anak-anak. Penularan campak dapat terjadi melalui percikan pernapasan (droplet) maupun udara (airborne). Penyakit ini termasuk dalam kelompok penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Meski kerap dianggap sebagai penyakit ringan yang ditandai dengan demam dan ruam kulit, campak dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada orang dengan daya tahan tubuh rendah.

Komplikasi tersebut meliputi diare, radang paru-paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, hingga gizi buruk dan kematian. Kekebalan terhadap campak dapat terbentuk melalui imunisasi atau setelah seseorang berinteraksi. Sementara itu, bayi juga dapat memperoleh kekebalan pasif dari ibu yang telah memiliki kekebalan, meskipun perlindungan tersebut bersifat sementara. Kelompok yang rentan terhadap campak antara lain anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap serta remaja dan dewasa muda yang belum memperoleh dosis imunisasi lanjutan sesuai jadwal.

ADVERTISEMENT

Gejala Campak yang Perlu Dikenali

Gejala campak dapat ditandai dengan demam bersuhu lebih dari 38°C yang biasanya berlangsung selama tiga hari atau lebih. Penderita juga dapat mengalami batuk, pilek, mata merah, dan mata berair. Gejala lainnya berupa ruam kemerahan pada kulit dengan permukaan sedikit menonjol atau disebut ruam makulopapular. Ruam umumnya muncul selama tiga hari atau lebih dan dapat menyebar ke seluruh tubuh dalam waktu sekitar 4-7 hari. Selain itu, campak juga dapat ditandai dengan munculnya Koplik's spot, yaitu bercak putih keabu-abuan dengan dasar kemerahan pada bagian dalam pipi.

Bagaimana Campak Menular?

Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular, terutama kepada orang yang belum memiliki kekebalan terhadap virus tersebut. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 9 dari 10 orang yang tidak memiliki kekebalan dapat tertular campak apabila melakukan kontak dekat dengan penderita. Penularan terjadi melalui udara atau percikan pernapasan (droplet) yang keluar ketika penderita batuk dan bersin. Virus campak dapat bertahan di udara hingga dua jam setelah penderita meninggalkan ruangan, sehingga orang lain yang berada di tempat tersebut masih berisiko terinfeksi.

Penderita campak dapat menularkan virus sejak empat hari sebelum hingga empat hari setelah ruam muncul. Penularan perlu diwaspadai, terutama pada anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Jika tidak ditangani dengan tepat, campak dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, ensefalitis, infeksi telinga, hingga kebutaan. Karena itu, deteksi dini gejala dan menghindari kontak dengan orang lain penting untuk mencegah penyebaran.

Cara Menangani Campak pada Anak

Berikut beberapa langkah penanganan campak pada anak yang dapat dilakukan di rumah:

· Penuhi kebutuhan cairan dengan memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.

· Pastikan anak cukup istirahat dan hindari paparan sinar matahari jika matanya masih sensitif terhadap cahaya.

· Berikan obat untuk meredakan demam dan nyeri sesuai anjuran tenaga kesehatan. Hindari pemberian aspirin kepada anak berusia di bawah 16 tahun.

· Sediakan makanan bergizi seimbang untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak selama masa pemulihan.

· Mandikan anak secara hati-hati untuk membantu meredakan rasa gatal akibat ruam. Gunakan sabun yang lembut dan tidak mengiritasi kulit.

Cara Mencegah Penularan Campak

· Hindari kontak langsung dengan penderita campak

Campak sangat mudah menular. Hindari kontak dengan penderita dan batasi aktivitas anak diluar rumah jika terinfeksi untuk mencegah penularan kepada orang lain.

· Lengkapi Imunisasi Campak

Imunisasi merupkan langkah penting untuk mencegah campak. Pastikan anak mendapatkan vaksin campak sesuai jadwal yang dianjurkan oleh tenaga kesehatan.

· Terapkan Pola Hidup Bersih

Biasakan anak mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menutup mulut serta hidung saat batuk atau bersin, dan menghindari kontak langsung dengan orang yang sakit. Jika muncul gejala campak, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan.



(Maratus Sholikah/irb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads