Hujan yang turun di suatu wilayah ternyata tidak selalu terbentuk melalui proses yang sama. Ada hujan yang dipicu panas matahari, ada yang terjadi karena udara lembap melewati pegunungan, hingga hujan yang terbentuk ketika dua massa udara dengan karakter berbeda bertemu.
Perbedaan proses tersebut membuat hujan memiliki beberapa jenis dengan karakteristik masing-masing. Dalam meteorologi, ada empat jenis hujan yang dikenal berdasarkan mekanisme pembentukannya. Lantas, bagaimana proses terbentuknya setiap jenis hujan dan apa yang membedakannya?
Jenis-jenis Hujan
Meski memiliki tahapan dasar yang serupa, mekanisme yang mengangkat udara ke atmosfer bisa berbeda-beda. Perbedaan inilah yang menjadi dasar pengelompokan jenis-jenis hujan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Hujan Konveksi
Hujan konveksi terjadi ketika permukaan bumi menerima sinar matahari yang cukup panas. Panas tersebut meningkatkan suhu udara hingga naik ke atmosfer. Ketika naik, udara akan mengalami pendinginan dan kondensasi hingga membentuk awan hujan. Untuk durasinya biasanya relatif singkat namun memiliki intensitas tinggi.
2. Hujan Orografis
Hujan orografis atau hujan relief terjadi ketika massa udara lembap bergerak menuju pegunungan atau dataran tinggi. Udara tersebut terdorong naik, kemudian mengalami pendinginan hingga uap air mengembun membentuk awan dan menghasilkan hujan.
Hujan ini menyebabkan perbedaan curah hujan di kedua sisi pegunungan. Sisi yang menghadap arah datangnya angin cenderung menerima lebih banyak hujan, sedangkan sisi sebaliknya relatif lebih kering.
3. Hujan Frontal
Hujan frontal terjadi ketika dua massa udara dengan suhu dan kepadatan berbeda bertemu.
Massa udara hangat terdorong naik di atas massa udara dingin, lalu mengalami pendinginan hingga uap air mengembun dan membentuk awan hujan.
Hujan ini dapat berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari, bergantung pada pergerakan dan kondisi massa udara.
4. Hujan Siklonal
Hujan siklonal terjadi akibat adanya tekanan udara rendah yang membuat angin bergerak menuju suatu wilayah dan mendorong massa udara naik ke atmosfer.
Udara yang naik kemudian mengalami pendinginan sehingga uap air mengembun dan membentuk awan hujan.
Hujan ini dapat berkaitan dengan sistem cuaca seperti siklon tropis. Intensitas dan durasinya bergantung pada kekuatan serta kondisi sistem cuaca yang terbentuk.
