Gubernur Khofifah Salurkan 4 Combine Harvester di Lamongan

Eko Sudjarwo - detikJatim
Jumat, 16 Okt 2026 22:15 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Foto: Istimewa)
Lamongan -

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Lamongan. Bantuan berupa empat unit combine harvester ini diharapkan mempercepat panen sekaligus memperkuat posisi Lamongan sebagai lumbung pangan nasional.

Penyaluran bantuan berlangsung di Desa Kedali, Kecamatan Pucuk, Jumat (16/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur sekaligus peringatan Hari Pangan Sedunia.

Khofifah mengatakan, penguatan sektor pertanian menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan pemenuhan kebutuhan pangan dunia. Karena itu, produksi dalam negeri harus terus ditingkatkan agar Indonesia tidak bergantung pada negara lain.

"Alhamdulillah tahun 2025 kemarin Pak Presiden Prabowo menggencarkan seluruh proses yang terkait dengan produksi padi kita, antara lain bagaimana pupuk tersedia dengan aman dan cukup," kata Khofifah.

Menurut Khofifah, Pemprov Jatim tahun ini menyalurkan 341 unit alsintan berdasarkan permohonan kelompok tani dan kemampuan fiskal pemerintah provinsi. Dari jumlah tersebut, Lamongan memperoleh empat unit combine harvester yang dapat dimanfaatkan secara bersama oleh kelompok tani melalui gabungan kelompok tani (gapoktan) penerima.

Penggunaan mesin panen tersebut dinilai mampu memangkas waktu panen secara signifikan. Jika panen satu hektare secara manual membutuhkan waktu sekitar tiga hari, penggunaan combine harvester dapat menyelesaikannya dalam satu hingga dua jam.

Selain mempercepat pekerjaan petani, mekanisasi juga dapat menekan kehilangan hasil panen. Tingkat kehilangan hasil yang semula diperkirakan mencapai 9-11 persen disebut dapat ditekan menjadi sekitar 1-2 persen.

"Harapan kita, alsintan ini akan meningkatkan produktivitas dari seluruh petani padi yang ada di Lamongan," tuturnya.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi optimistis produksi padi di wilayahnya pada 2026 dapat melampaui capaian tahun sebelumnya. Pada 2025, produksi padi Lamongan tercatat sekitar 1,335 juta ton.

Yuhronur menyebut, hingga 16 Oktober 2026, produksi padi Lamongan telah mencapai sekitar 1,2 juta ton. Ia optimistis angka tersebut masih akan bertambah karena petani masih memiliki kesempatan untuk kembali menanam.

"Insya Allah jumlah produksi padi tahun ini kita akan bisa melampaui produksi tahun 2025 kemarin. Tahun ini sampai hari ini sudah mencapai 1,2 juta ton dan masih ada musim tanam kembali," ujar Yuhronur.

Selain mengejar peningkatan produksi, Pemkab Lamongan juga menyoroti harga gabah yang dinilai menguntungkan petani. Yuhronur menyebut harga gabah saat ini berada di kisaran Rp 8.600 per kilogram dan sempat menyentuh Rp 8.800 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Pemkab Lamongan juga berupaya memperkuat distribusi pupuk melalui Koperasi Desa Merah Putih agar petani semakin mudah memperoleh kebutuhan produksi pertanian.

Tak hanya padi, penguatan sektor pertanian juga dilakukan pada komoditas jagung dan tebu. Program bongkar ratoon tebu untuk mendukung swasembada gula telah mencapai sekitar 1.200 hektare, melampaui target awal sekitar 1.100 hektare.

"Kita terus melakukan mekanisasi pertanian, modernisasi pertanian dengan berbagai alat-alat pertanian," kata Yuhronur.

Dengan dukungan alsintan dan modernisasi pertanian, Pemkab Lamongan berharap produktivitas petani terus meningkat. Bantuan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempertahankan peran Lamongan sebagai salah satu daerah penyangga kebutuhan pangan Jawa Timur dan nasional.



Simak Video "Video: Alasan Gubernur Jatim Khofifah Tak Diperiksa di Gedung KPK"

(auh/abq)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork