Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Kampus Banyuwangi menggelar konferensi internasional bertajuk International Conference of One Health Synergy: Integrating Human, Animal, and Environmental Health for Global Pandemic Resilience and Food Security.
Konferensi ini menghadirkan pakar dari sejumlah negara serta peserta internasional, termasuk dari Pakistan, Afganistan, dan Nepal. Forum tersebut membahas sinergi kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan untuk memperkuat ketahanan menghadapi pandemi serta menjaga ketahanan pangan global.
Ketua Komite Konferensi Internasional FIKKIA UNAIR, Nur Rusbiana, menjelaskan konferensi ini menghadirkan sejumlah pembicara ahli dari berbagai negara. Di antaranya Dr. Hidayah Nur dari Universiti Malaya, Prof. Makoto Matsubayashi, DVM., Ph.D. dari Graduate School of Veterinary Medical Sciences Osaka Metropolitan University, Jepang, serta akademisi FIKKIA UNAIR, Ivan Rahmatullah.
"Peserta konferensi ini juga datang dari berbagai negara, di antaranya Pakistan, Afganistan, serta Nepal," ujar Nur Rusbiana, Jumat (16/10/2026).
Rangkaian konferensi berlangsung selama dua hari dengan sejumlah agenda, mulai dari plenary session, Focus Group Discussion (FGD), presentasi ilmiah secara hibrida, satellite symposium, hingga sesi pembicara utama. Acara juga akan ditutup dengan pembacaan deklarasi di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi, pada Sabtu malam.
Nur Rusbiana mengatakan tema One Health dipilih karena kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kelestarian lingkungan merupakan satu kesatuan ekosistem. Ketiganya dinilai memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan global.
Untuk memperkuat pembahasan, FIKKIA UNAIR juga memfasilitasi FGD yang melibatkan lintas sektor dan pemangku kepentingan. Forum tersebut dihadiri perwakilan Dinas Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kesehatan, asosiasi peternak, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
FGD itu bertujuan merumuskan langkah konkret sekaligus membangun komitmen penerapan prinsip One Health secara berkelanjutan, baik di tingkat regional maupun global.
"Hasil dari FGD tersebut akan dibacakan pada hari Sabtu di hadapan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani," imbuhnya.
Dukungan terhadap konferensi tersebut juga disampaikan Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi, Yulis Susantoni. Ia mengapresiasi inisiatif FIKKIA UNAIR yang dinilai dapat mendorong pembangunan daerah melalui pendekatan lintas sektor.
Menurut Yulis, konferensi internasional dengan pendekatan holistik seperti ini merupakan yang pertama kali digelar di Banyuwangi. Dalam forum FGD tersebut, Dinas Perikanan turut mendorong pembahasan aspek keamanan pangan atau food safety.
"Kami berharap kolaborasi lintas sektor ini tidak berhenti sampai di sini saja, melainkan terus berlanjut melalui sinergi erat dengan berbagai pihak, salah satunya Dinas Kesehatan," tegas Yulis.
Pemerintah daerah Kabupaten Banyuwangi juga turut mendukung pembangunan dan pengembangan UNAIR Banyuwangi melalui hibah area pembangunan dengan masterplan sejalan dengan pembangunan daerah.
Simak Video "Menikmati Citarasa Kopi Hitam yang Khas di Banyuwangi"
(auh/abq)