Geger Monyet Besar Berkeliaran di Permukiman Malang

Geger Monyet Besar Berkeliaran di Permukiman Malang

Muhammad Aminudin - detikJatim
Sabtu, 17 Okt 2026 22:40 WIB
Monyet liar hebohkan warga Kota Malang
Monyet liar hebohkan warga Kota Malang (Foto: Istimewa)
Malang -

Kemunculan seekor monyet berukuran cukup besar di kawasan Jalan Cimanuk, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, bikin geger warga. Monyet tersebut terlihat berkeliaran hingga naik ke atas pohon di dekat permukiman warga.

Video kemunculan satwa primata itu pun viral di media sosial. Kehadiran monyet itu menjadi perhatian warga setelah terlihat bertengger di atas pohon besar tepat di depan gang Jalan Cimanuk, kawasan Ciliwung.

Sejumlah warga yang melintas dibuat penasaran dengan asal-usul hewan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rekaman berdurasi 47 detik yang diunggah akun Instagram @info_malang memperlihatkan keberadaan monyet di atas pohon. Warga yang merekam video itu menduga monyet tersebut lepas dari penangkaran.

"Jalan Cimanuk pinggir warung Steak and Shake Ciliwung onok ketek ucul, opo tekan Wendit opo tekan endi iki bolo (Jalan Cimanuk pinggir warung Steak and Shake Ciliwung ada monyet lepas, apa dari wisata Wendit atau dari mana ya teman) ," ujar perekam video dalam bahasa Jawa seperti dilihat detikJatim, Sabtu ((17/10/2026).

ADVERTISEMENT

Kemunculan monyet di tengah kawasan perkotaan itu memancing perhatian warga. Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti dari mana monyet tersebut berasal dan bagaimana hewan itu bisa berada di lokasi tersebut.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Malang Prayitno mengaku telah menerima informasi mengenai kemunculan monyet di tengah pemukiman warga itu.

Pihaknya langsung berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang untuk melakukan penanganan.

"Kita koordinasikan ke Damkar agar langsung ke lokasi untuk mengevakuasi," ungkap Prayitno saat dikonfirmasi.

Prayitno menyebut petugas Damkar bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menuju lokasi untuk mencari dan mengevakuasi monyet tersebut.

Langkah ini dilakukan agar keberadaan hewan itu tidak membahayakan warga maupun dirinya sendiri.

Pihaknya pun mengingatkan masyarakat agar tidak berusaha mengusir monyet dengan melempar benda, berteriak, atau melakukan tindakan yang dapat memancing reaksi agresif.

Warga diminta menjaga jarak dan membiarkan proses penanganan dilakukan petugas.

"Damkar dan BKSDA sudah mendatangi lokasi. Kami minta agar jangan dihalau. Jangan melempar benda atau menyoraki agar monyet tidak agresif," tegasnya.

Selain itu, warga diminta mengamankan makanan, terutama makanan manis, di tempat tertutup.

Aroma makanan dikhawatirkan menarik perhatian monyet sehingga membuatnya mendekati rumah atau kerumunan warga.

"Amankan makanan manis di area tertutup, aroma makanan akan mengundang dan jangan diberi makan," pungkas Prayitno.

Hingga berita ini ditulis, asal-usul monyet tersebut belum diketahui secara pasti. Warga diimbau tetap tenang dan tidak mendekati atau memancing reaksi hewan itu sambil menunggu proses evakuasi oleh petugas.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads