Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menegaskan bahwa Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) tidak memiliki rencana menggelar aksi demonstrasi pada 20 Oktober 2026. Momen itu bertepatan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Andi Gani usai mendampingi kunjungan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto di Museum dan Rumah Singgah Ibu Marsinah Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (17/10/2026).
Andi Gani menyebut koalisi yang mewakili 99 persen kekuatan buruh di Indonesia tersebut telah memutuskan untuk tidak turun ke jalan pada tanggal tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami melihat tanggal 20 Oktober sangat rentan, karena bertepatan dengan dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo. Karena itu, KBPBI memutuskan untuk tidak turun aksi pada hari itu," tegasnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan DPR atas pengesahan Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan yang mengakomodasi sejumlah tuntutan buruh.
Tuntutan yang dinilai terakomodir dalam undang-undang itu mulai dari pengaturan alih daya, jaminan pesangon, pembentukan komite pengawas ketenagakerjaan, hingga penguatan sistem pengupahan dan dewan pengupahan.
"Terima kasih kepada Presiden Prabowo, parlemen, anggota DPR seluruh fraksi, dan juga Polri yang telah menjaga ruang demokrasi dengan sangat luar biasa," pungkasnya.
