Pertamina meningkatkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Malang menjadi sekitar 400 kiloliter (KL) per hari untuk mengantisipasi lonjakan permintaan di wilayah Malang Raya. Langkah ini dilakukan di tengah antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Sales Area Manager Retail Pertamina Malang, Angga Y Putra, mengatakan penambahan pasokan tersebut merupakan langkah antisipasi menyusul peningkatan permintaan BBM di wilayah Kota Malang. Berdasarkan pemantauan Pertamina, permintaan mengalami kenaikan sekitar 7 sampai 8 persen.
"Untuk Kota Malang, kita sudah tingkatkan jadi 120 persen. Rata-rata 300 sampai 340 KL per hari kita naikkan menjadi 400-an KL per hari. Itu sebenarnya bagian dari antisipasi kita karena permintaannya naik sekitar 7 sampai 8 persen," ujar Angga kepada wartawan, Jumat (16/10/2026).
Angga menegaskan, Pertamina terus memantau ketersediaan BBM di SPBU untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Penambahan pasokan dilakukan terutama untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan di tengah antrean kendaraan yang terjadi belakangan ini.
"Kita harapannya nggak ada panic buying, karena jangan sampai masyarakat panik. Masyarakat juga kita imbau biar bijak menggunakan BBM. Jangan sampai beli berlebih karena stoknya ada dan tiap hari pasti terkirim," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memastikan stok BBM, khususnya Pertalite, masih tersedia.
Kepastian tersebut disampaikan setelah Pemkot Malang bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan pemantauan langsung ke sejumlah SPBU.
Menurut Wahyu, antrean panjang kendaraan bukan disebabkan oleh kelangkaan BBM ataupun terganggunya distribusi. Ia menilai perbedaan harga yang cukup jauh antara Pertamax dan Pertalite mendorong masyarakat beralih menggunakan BBM bersubsidi tersebut.
"Stok dari Pertalite aman. Tidak ada kelangkaan. Pola distribusinya juga berjalan normal. Tetapi karena ada perubahan dari harga, mereka mencari yang lebih murah, yaitu Pertalite, jadi agak sedikit panjang," kata Wahyu terpisah.
Wahyu menyebut hasil pemantauan menunjukkan tangki penyimpanan BBM di SPBU masih terisi. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pasokan masih tersedia dan distribusi berjalan normal.
Pemkot Malang pun meminta masyarakat tidak panik menyikapi antrean panjang maupun isu kelangkaan BBM. Pemerintah daerah bersama TPID, kata Wahyu, telah melihat langsung kondisi persediaan di lapangan.
"Jadi kami sampaikan kepada masyarakat Kota Malang tidak usah gelisah terkait isu kelangkaan BBM dan lain-lain. Di Kota Malang, kami lihat sendiri, TPID sudah melihat secara langsung ketersediaan BBM. Kelangkaan BBM tidak ada dan ini terjamin tersedia," sebutnya.
Lebih jauh, Wahyu mengungkapkan adanya perubahan pola konsumsi BBM di Kota Malang.
Berdasarkan data Pertamina yang disampaikan kepada Pemkot Malang, permintaan Pertalite meningkat 11 persen. Sebaliknya, konsumsi Pertamax mengalami penurunan hingga 50 persen.
"Ini antrean hanya karena mereka memilih terkait dengan harga, karena ada selisih harga yang cukup jauh antara Pertamax dengan Pertalite. Kita lihat ada peningkatan Pertalite 11 persen dari pihak Pertamina dan ada penurunan 50 persen di Pertamax," pungkasnya.
Simak Video "Video: Pria di Bali Modif Mobil untuk Timbun BBM Bersubsidi, Punya 22 Barcode"
(auh/dpe)