Sejumlah warga Tulungagung mengeluhkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah SPBU. Sementara itu pemerintah daerah memastikan pasokan dari Pertamina masih aman.
Salah seorang warga Mohammad Zainudin, mengaku dalam sepekan terakhir antrean pengisian Pertalite di SPBU cukup panjang, sehingga untuk mendapatkan bahan bakar dibutuhkan waktu relatif lama.
"Kalau biasanya juga antre, tapi tidak seperti seminggu ini," kata Zainudin, Jumat (16/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan stok di SPBU lebih cepat habis dibandingkan pekan sebelumnya. Akibatnya ia harus beralih menggunakan BBM nonsubsidi.
"Beberapa kali menjumpai stok kosong dengan tulisan BBM masih dalam pengiriman. Kalau sudah begitu ya mau nggak mau pakai Pertamax, walaupun mahal," ujarnya.
Hal senada disampaikan warga lain, Sarji. Menurutnya antrean pembelian Pertalite cukup menyita waktu, sebab antreannya lebih panjang dibandingkan hari biasa.
"Kalau mau cari Pertalite buru-buru ya nggak bisa. Sedangkan kalau mau ganti Pertamax terlalu mahal, la wong motornya bebek lawas seperti ini," imbuhnya.
Pihaknya berharap pemerintah segera memulihkan pasokan BBM karena jika tersendat akan mengganggu berbagai sektor perekonomian warga.
"Ya pasti banyak pengaruhnya, mobilitas warga, pengiriman barang, banyak lah," jelasnya.
Sementara itu Kabag Perekomian dan SDA, Sekretariat Daerah (Setda) Trenggalek, Catur Hermono, menegaskan saat ini sisa kuota BBM subsidi Pertalite mencapai 22.599 kiloliter, sedangkan Biosolar 11.542 kiloliter.
"Kalau kuotanya untuk Tulungagung, Pertalite 102.343 kiloliter dan Biosolar mencapai 60.726 kiloliter," kata Catur.
Menurutnya realisasi distribusi Pertalite hingga akhir September telah mencapai 78 persen atau 79.744 kiloliter dan Biosolar 81 persen atau 49.184 kiloliter.
"Tiap bulan konsumsi BBM subsidi di Tulungagung 5.465 kiloliter untuk Pertalite dan 8.860 kiloliter untuk Biosolar," imbuhnya.
Namun, di sisi lain pihaknya mengakui dalam beberapa hari terakhir pasokan BBM dari Pertamina mengalami keterlambatan. Akibatnya sejumlah SPBU di Tulungagung mengalami kekosongan bahan bakar, terutama Pertalite.
"Dua atau tiga hari ini memang agak terlambat. Saya cek beberapa SPBU ada yang kosong. Tapi sebenarnya, tiap hari ada pengiriman," jelasnya.
Pihaknya menduga saat ini masyarakat banyak yang mengalami kepanikan sehingga melakukan pembelian bahan bahar lebih banyak dibandingkan hari biasanya.
Ia mengimbau masyarakat tidak panic buying karena setiap hari masing-masing SPBU mendapatkan pasokan dari Pertamina.
