Dua korban kebakaran yang menjalani perawatan di RSUD Tongas mengalami luka bakar cukup luas, yakni mencapai lebih dari 50% tubuhnya. Keduanya juga mengalami trauma inhalasi akibat menghirup hawa panas dan asap kebakaran sehingga memerlukan penanganan intensif sehingga harus dirujuk ke RSUD Dr Soetomo, Surabaya.
Direktur RSUD Tongas, dr Catur Prangga Wadana menjelaskan bahwa kondisi kedua korban saat ini cukup mengkhawatirkan. Terutama akibat gangguan pada saluran pernapasan yang mereka alami.
"Luka bakarnya cukup luas, di atas 50%. Ada trauma inhalasi, sehingga di saluran pernapasan terlihat adanya pembengkakan akibat hawa panas dan asap dari kebakaran," ujar dr. Catur saat memberikan keterangan kepada pewawancara.
Ia mengatakan, tim medis RSUD Tongas telah berupaya maksimal untuk menstabilkan kondisi kedua korban sebelum melakukan rujukan ke RSUD Dr. Soetomo. Menurutnya, luka bakar memang dialami di sejumlah bagian tubuh tetapi cedera di area hidung dan saluran pernapasan menjadi perhatian utama karena berpotensi mengancam keselamatan jiwa.
"Di sekujur tubuh juga mengalami luka, tetapi yang sangat mengkhawatirkan adalah di daerah pernapasan," jelasnya.
Dr. Catur menambahkan, berdasarkan laporan terakhir yang dia terima, kondisi pasien pascarujukan menunjukkan perkembangan yang diharapkan. Meski demikian, penanganan lanjutan tetap diperlukan mengingat luasnya luka bakar dan adanya trauma inhalasi.
Sementara itu, saat ditanya soal korban meninggal dalam peristiwa tersebut, dr. Catur menyebut seluruh korban meninggal mengalami luka parah. Ia menggambarkan tingkat keparahan luka bakar pada korban meninggal mencapai 100%.
Penanganan terhadap para korban menjadi perhatian utama tim medis, terutama bagi pasien dengan luka bakar luas dan gangguan pernapasan yang membutuhkan perawatan intensif serta penanganan lebih lanjut di rumah sakit rujukan.
Simak Video "Video: 64 Pesawat Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla"
(auh/dpe)