Bocah Difabel Surabaya Dibully hingga Meninggal, Pelaku Cuma Direhab

Bocah Difabel Surabaya Dibully hingga Meninggal, Pelaku Cuma Direhab

Andina Winanda - detikJatim
Jumat, 16 Okt 2026 21:16 WIB
Orang tua korban, Selaras Abdul dan Nurul Fadilah saat ditemui di rumahnya Jalan Tambak Medokan Ayu XI, Surabaya.
Orang tua korban, Selaras Abdul dan Nurul Fadilah saat ditemui di rumahnya Jalan Tambak Medokan Ayu XI, Surabaya. (Foto: Andina Winanda/detikJatim)
Surabaya -

Zulkarnain Abdil Aziz (10), bocah difabel di Medokan Ayu, Surabaya jadi korban perundungan dua anak tetangganya berinisial K (10) dan F (8). Kasus itu kemudian dilaporkan ke polisi oleh Selaras Abdul, orang tua korban.

Namun Laras mengatakan hanya satu yang ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan satu lainnya lolos jerat hukum karena masih belum cukup umur untuk ditetapkan sebagai tersangka karena aturan Undang-Undang.

"Mereka sudah diproses. Cuma memang tidak bisa dipidana karena di bawah umur menurut UU. Sudah dijadikan tersangka yang umur 10 tahun dan masih menunggu proses rehabilitasi dari Dinsos," kata Laras kepada detikJatim, Jumat (16/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laras menyebut tak ditetapkannya satu pelaku berinisial F karena merupakan anak asuh Rukun Tetangga (RT) setempat. Untuk itu, ia tetap menuntut agar kedua pelaku yang masih anak-anak itu tetap dihukum dengan cara dibina hingga dewasa.

ADVERTISEMENT

"Saya menuntut kedua pelaku kalau bisa dibina sampai dewasa, sampai dia bisa mengerti mana yang hak dan batil, mana yang baik dan jelek agar tidak merugikan orang lain, jangan cuma satu anak," ujar Laras.

Laras juga menyebut ada kejanggalan dalam proses autopsi anaknya. Ia mengaku selama ini tak mendapatkan penjelasan secara rinci mengenai hasil visum jenazah anaknya.

Padahal saat ditemukan, anaknya dalam kondisi sekarat dengan wajah membiru serta jerat tali sepatu di lehernya. Tak hanya itu, mulut anaknya juga dijejali sabun colek hingga daun lamtoro.

Namun hingga kini, ia tak pernah mendapat laporan pasti soal penyebab kematian anaknya. "Enggak dikasih tahu secara detail. Hasilnya itu kan habis dijerat pakai tali sepatu, dijejali sabun colek, terus ditaburi lantoro," tandas Laras.

Sebelumnya, seorang anak penyandang disabilitas di Surabaya meninggal dunia karena diduga jadi korban bully atau perundungan. Mirisya, pelaku perundungan tetangga korban yang masih berusia 10 dan 8 tahun.

Cerita tragis meninggalnya korban sempat viral di media sosial. Dalam video kedua orang tua korban menceritakan bagaimana anaknya meninggal dan minta diviralkan agar ada keadilan.

detikJatim melakukan penelusuran, kejadian keji itu terjadi di Jalan Tambak Medokan Ayu XI, Surabaya. Korban diketahui bernama Zulkarnain Abdil Aziz (10) anak kedua dari pasangan suami istri Selaras Abdul dan Nurul Fadilah.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads