Kabar meninggalnya Sefriel Ardiansyah membawa duka mendalam bagi keluarga besar Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo. Atlet yang dikenal berprestasi, santun, dan tekun beribadah itu, meninggalkan kenangan mendalam bagi rekan-rekan sesama atlet dan pelatihnya.
Pelatih FPTI Kota Probolinggo, Iwan Rosidi mengungkapkan bahwa Sefriel merupakan sosok yang baik dan memiliki kepribadian yang patut diteladani. Selain menorehkan prestasi di bidang olahraga, almarhum juga dikenal sebagai pribadi yang ramah dan tidak mudah marah.
"Keluarga besar FPTI Kota Probolinggo merasa kehilangan. Sefriel ini sosok yang baik, tekun beribadah. Setiap salat selalu mengimami adik-adiknya. Dia juga tidak pernah marah, selalu tersenyum," ungkap Iwan. Jumat (16/10/2026).
Menurut Iwan, Sefriel bukan hanya dikenal karena kepribadiannya, tetapi juga karena kontribusinya dalam olahraga panjat tebing. Almarhum tercatat turut berprestasi dalam dua ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur, yakni pada 2023 dan 2025. Pada Porprov terakhir, Sefriel berhasil meraih medali perak.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar FPTI Kota Probolinggo. Di luar kompetisi, Sefriel juga kerap meluangkan waktu untuk berkumpul dan ikut membantu melatih atlet-atlet yang lebih muda di GOR.
Iwan menuturkan, Sefriel bahkan menjadi sosok kakak bagi atlet-atlet junior. Kehadirannya tidak hanya memberikan motivasi dalam latihan, tetapi juga menjadi teladan melalui sikap dan perilakunya sehari-hari.
Iwan mengaku masih sulit mempercayai kabar meninggalnya Sefriel. Ia mengatakan sempat berusaha menghubungi almarhum, tetapi panggilannya sekitar pukul 14.00 WIB tidak terjawab.
Saat itu, Iwan tengah memantau perkembangan kebakaran di kawasan Bromo. Ia juga mengikuti informasi melalui sejumlah grup komunikasi, tetapi belum mendapatkan kepastian mengenai kondisi Sefriel.
Informasi mengenai identitas korban baru mulai diterimanya setelah pukul 16.00 WIB. Ia kemudian memperoleh konfirmasi dari posko di Cemoro Lawang dan anggota tim yang berada di ambulans penyelamat.
"Terus ada konfirmasi dari anggota kami juga di ambulans rescue, memang ada nama Sefriel dan langsung dibawa ke RSUD Tongas. Kami menyusul ke RSUD Tongas sekitar pukul tujuh," tuturnya.
Meski telah menerima informasi tersebut, Iwan mengaku masih sulit menerima kenyataan bahwa salah satu atlet binaannya telah meninggal dunia.
Di balik kesedihan itu, Iwan mengenang rencana dan harapan yang sempat ia sampaikan kepada Sefriel. Ia berharap almarhum tetap bisa melanjutkan kiprahnya di dunia panjat tebing, termasuk mempersiapkan diri menghadapi Porprov Jawa Timur 2027.
Menurut Iwan, meskipun Sefriel sudah bekerja, pihaknya tetap berupaya menyesuaikan jadwal latihan dengan waktu kerja almarhum agar kesempatan untuk terus berprestasi tetap terbuka.
Iwan juga mengenang kebiasaan Sefriel yang pulang setiap Jumat untuk berkumpul bersama keluarga dan kembali mengikuti kegiatan latihan di GOR. Namun, semua itu kini tinggal kenangan.
Kepergian Sefriel menjadi kehilangan besar bagi keluarga, rekan sesama atlet, serta keluarga besar FPTI Kota Probolinggo. Iwan menyampaikan doa agar seluruh amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT dan segala dosanya diampuni.
"Kami mendoakan semoga diterima segala amal ibadahnya, diampuni segala dosanya, dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT," ucapnya.
Bagi Iwan dan keluarga besar FPTI Kota Probolinggo, Sefriel akan selalu dikenang sebagai atlet berprestasi yang memiliki kepribadian baik, tekun beribadah, serta menjadi panutan bagi atlet-atlet yang lebih muda.
Simak Video "Video: Perjuangan Warga Menembus Asap, Jarak Pandang Terbatas Bahayakan Lalu Lintas"
(irb/dpe)