Satu Korban Meninggal Karhutla Bromo Ternyata Atlet Panjat Tebing

Satu Korban Meninggal Karhutla Bromo Ternyata Atlet Panjat Tebing

M Rofiq - detikJatim
Kamis, 15 Okt 2026 20:35 WIB
Sefeil Ardiansah atlet panjat tebing FPTI Kota Probolinggo
Sefeil Ardiansah atlet panjat tebing FPTI Kota Probolinggo (Foto: Dok. Istimewa)
Probolinggo -

Salah satu dari empat korban meninggal kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Bromo bernama Sefeil Ardiansah ternyata seorang atlet panjat tebing. Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo menyampaikan duka mendalam.

Kabar duka tersebut diterima pihak FPTI Kota Probolinggo sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, saat itu belum tersedia daftar resmi nama korban. Kepastian awal baru diperoleh sekitar pukul 16.00 WIB setelah adanya konfirmasi dari pihak kepolisian dan tim penyelamat (rescue) di kawasan Cemoro Lawang.

Pelatih Iwan Rosidi, pelatih di FPTI Kota Probolinggo mengungkapkan, sejak menerima kabar awal, pihaknya berupaya menghubungi Sefril Ardiansah, melalui telepon. Namun, upaya tersebut tidak mendapat respons.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekitar jam dua saya mendengar berita bahwasanya salah satu nama korban dari kebakaran di TNBTS adalah Sefril Ardiansah. Tapi jam dua itu belum ada daftar resminya. Jam empat tadi saya baru tahu ada daftar nama," ungkapnya, Kamis (15/10/2026).

ADVERTISEMENT

Setelah menerima informasi tersebut, pihak FPTI berusaha menghubungi rekan-rekan Sefril serta keluarganya untuk memastikan kabar yang beredar. Orang tua Sefril juga dilaporkan telah menuju lokasi.

Konfirmasi awal kemudian diperoleh dari tim penyelamat di Cemoro Lawang yang menyebutkan adanya nama Sefril dalam daftar korban. Meski demikian, pihak FPTI masih berupaya memastikan informasi tersebut melalui koordinasi lebih lanjut dengan tim terkait.

Sebagai langkah antisipasi, FPTI Kota Probolinggo mulai menyiapkan rekan-rekan Sefril di rumah duka apabila kabar tersebut telah terkonfirmasi secara resmi.

Kepergian Sefril menjadi pukulan berat bagi keluarga besar FPTI Kota Probolinggo. Semasa hidupnya, Bril dikenal sebagai atlet yang memiliki potensi dan tengah dipersiapkan untuk menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk agenda kompetisi pada 2027.

Sefril juga disebut pernah meraih medali dalam sejumlah kejuaraan. Prestasi tersebut menjadi salah satu alasan dirinya dipandang sebagai atlet yang memiliki masa depan menjanjikan di cabang olahraga panjat tebing.

Tak hanya dikenal karena prestasinya, Sefril juga meninggalkan kesan mendalam bagi rekan-rekan dan lingkungan pembinaan atlet.

"Sefril adalah atlet yang baik. Orangnya sangat suka membantu, terus peduli sama adik-adik angkatannya. Jadi kami sangat terpukul," ujarnya.

Duka atas kabar tersebut tidak hanya dirasakan keluarga besar FPTI, tetapi juga masyarakat Kota Probolinggo yang mengenal sosok Sefril sebagai atlet muda berprestasi.

Pihak FPTI Kota Probolinggo berharap almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Mereka juga menyampaikan doa agar keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.

"Semoga almarhum diberikan pengampunan oleh Allah dan diberikan tempat yang sebaik-baiknya," tuturnya.

Sebelumnya, kebakaran kembali terjadi di kawasan Gunung Bromo, tepatnya di Bukit Kembang Puncak Sari dan Pusung Lingker, wilayah Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Kamis (15/10/2026).

Informasi sementara menyebutkan, enam orang terjebak dalam kebakaran tersebut, dengan tiga orang meninggal dunia. Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.

Dua lokasi yang disebut terdampak berada di Bukit Kembang Puncak Sari serta Pusung Lingker, di sebelah timur Mentigen. Akibat karhutla tersebut, 4 orang dinyatakan meninggal dunia yang kini telah dievakuasi ke RSUD Tongas.



(hil/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads