Bisa-bisanya Kafe di Malang Tahan KTP dan Kepoin ke Eks Karyawan

Round Up

Bisa-bisanya Kafe di Malang Tahan KTP dan Kepoin ke Eks Karyawan

Amir Baihaqi - detikJatim
Kamis, 15 Okt 2026 06:00 WIB
Viral kafe di Malang tahan KTP eks karyawannya
Viral kafe di Malang tahan KTP eks karyawannya (Foto: Dok. Istimewa)
Malang -

Sebuah kafe di Malang tengah menjadi sorotan. Pasalnya pemiliknya diduga menahan kartu identitas penduduk (KTP) dan selalu kepo atau mencari tahu kehidupan pribadi karyawannya yang telah resign atau keluar kerja.

Kafe tersebut menjadi sorotan setelah akun Threads @milkamgdln_ membagikan pengalaman saudara perempuannya yang merupakan eks karyawan kafe tersebut. Ia menyebut pemilik kafe sudah tak waras.

Sebab selain selalu mencari tahu atau kepo, pihak kafe juga terlalu murah memberikan gaji kepada karyawannya. detikJatim telah mendapat izin untuk mengutip unggahan Threads tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Salah satu owner cafe di Malang yang kurasa gak waras. Terlalu ngurusin pribadi orang, gaji 40k shift segala nahan KTP," tulis akun @milkamgdln_ yang dikutip detikJatim.

ADVERTISEMENT

Tak hanya itu, bagi karyawan yang ingin resign juga selalu juga selalu diselidiki terkait kondisi ekonomi, gaya hidup, hingga alasan pengunduran diri.

Unggahan itu juga menyinggung adanya pekerja lain yang disebut tidak memperoleh seragam kerja, tetapi ditagih untuk mengembalikan.

"Seragam udah dibalikin masihi nagih. resign krn mau kuliah dianggap bohong, hanya karena kekepoannya," terangnya.

Rentetan persoalan itu membuat pengunggah melayangkan tuntutan terbuka kepada pemilik kafe agar minta maaf. Tak lupa agar KTP milik saudarinya segera dikembalikan.

"Yang aku mau dari nih owner, balikin KTP saudariku, stop ngejudge ini, stop intimidasi orang, DAN JANGAN LUPA MINTA MAAF," tegasnya.

Ia juga mengingatkan pemilik usaha agar tidak menggunakan posisi maupun kemampuan finansial untuk memperlakukan pekerja secara semena-mena.

"Poin yang perlu saya perjelas bahwa utas itu saya bagikan karena apapun alasannya penahanan KTP sudah dilarang negara dan lagi menelisik pribadi karyawan bukan ranah owner dan sudah diluar urusan pekerjaan," tegasnya.

Ia juga meminta pihak kafe memberikan klarifikasi sebelum polemik semakin meluas. Menurutnya, langkah tersebut harus dilakukan karena diduga ada korban lain selain saudarinya.

"Apabila pihak kafe ingin membersihkan namanya, silahkan klarifikasi sendiri. Karena, sekali lagi, ada korban lain," ucapnya.

Hingga berita ini ditulis belum ada tanggapan dari pemilik kafe, terkait tudingan yang dilayangkan oleh mantan karyawannya tersebut.



(hil/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads