Viral Kafe di Malang Tahan KTP dan Kepoin Eks Karyawannya Usai Resign

Viral Kafe di Malang Tahan KTP dan Kepoin Eks Karyawannya Usai Resign

Muhammad Aminudin - detikJatim
Rabu, 14 Okt 2026 19:00 WIB
Viral kafe di Malang tahan KTP eks karyawannya
Viral unggahan soal kafe di Malang tahan KTP eks karyawannya yang sudah resign (Foto: Dok. Istimewa)
Malang -

Keputusan seorang karyawan kafe di Kota Malang untuk mengundurkan diri (resign) berujung polemik. Pemilik usaha diduga menahan Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik mantan karyawan tersebut serta melakukan dugaan intimidasi.

Dugaan pelanggaran tersebut mencuat setelah akun Threads @milkamgdln_ membagikan pengalaman saudara perempuannya. Selain penahanan dokumen identitas, ia melayangkan kritik terkait besaran upah yang dinilai tidak sepadan.

Dalam unggahan itu, eks karyawan mengungkap sederet keluhannya yang disebut terjadi selama proses pengunduran diri kerabatnya itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Satu hal yang paling disorot adalah dugaan penahanan KTP. Pengunggah mempertanyakan alasan dokumen identitas milik saudarinya belum dikembalikan. Ia juga menyinggung besaran upah yang diterima karyawan selama bekerja di lapak usaha itu.

"Gaji 40k per shift segala nahan KTP," tulis pemilik akun yang telah mengizinkan detikJatim untuk mengutipnya, Rabu (14/10/2026).

ADVERTISEMENT

Persoalan yang diceritakan pengunggah tak berhenti pada dokumen identitas saja. Ia turut mempersoalkan sikap pemilik usaha yang dinilai telah masuk terlalu jauh ke ranah pribadi karyawan.

Termasuk soal kondisi ekonomi, gaya hidup, hingga alasan pengunduran diri untuk melanjutkan kuliah yang disebut tidak dipercaya.

Bagi pengunggah, keputusan seseorang untuk berhenti bekerja semestinya menjadi urusan profesional antara pekerja dan pemberi kerja. Bukan justru berkembang menjadi persoalan yang menyeret kehidupan pribadi mantan karyawan.

Perselisihan juga disebut menyangkut persoalan seragam kerja, bahwa saudarinya mengaku telah mengembalikan seragam, tetapi masih mendapat tagihan terkait perlengkapan tersebut.

Ia bahkan menyinggung adanya pekerja lain yang disebut tidak memperoleh seragam, tetapi tetap ditagih.

Rentetan persoalan itu membuat pengunggah melayangkan tuntutan terbuka kepada pemilik kafe. Ia meminta KTP saudarinya segera dikembalikan, dugaan intimidasi dihentikan, serta pemilik usaha meminta maaf atas persoalan yang terjadi.

"Yang aku mau dari nih owner, balikin KTP saudariku, stop ngejudge ini, stop intimidasi orang, DAN JANGAN LUPA MINTA MAAF," tegasnya.

Ia juga mengingatkan pemilik usaha agar tidak menggunakan posisi maupun kemampuan finansial untuk memperlakukan pekerja secara semena-mena.

"Poin yang perlu saya perjelas bahwa utas itu saya bagikan karena apapun alasannya penahanan KTP sudah dilarang negara dan lagi menelisik pribadi karyawan bukan ranah owner dan sudah diluar urusan pekerjaan," tegasnya.

Ia juga meminta pihak kafe memberikan klarifikasi sebelum polemik semakin meluas. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar persoalan yang dialami saudarinya mendapat penjelasan secara terbuka.

"Apabila pihak kafe ingin membersihkan namanya, silahkan klarifikasi sendiri. Karena, sekali lagi, ada korban lain," ucapnya.

Hingga berita ini ditulis belum ada tanggapan dari pemilik kafe, terkait tudingan yang dilayangkan oleh mantan karyawannya tersebut.



(mua/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads