Ini Dugaan Pemicu Perusakan Indomaret dengan Ekskavator di Pamekasan

Akhmad Zaini Zen - detikJatim
Sabtu, 10 Okt 2026 10:20 WIB
Situasi setelah Indomaret dirusak oleh massa diduga dari salah satu ponpes di Pamekasan. (Foto: Akhmad Zaini Zen/detikJatim)
Pamekasan -

Perusakan bangunan minimarket Indomaret di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan diduga dipicu kekhawatiran massa dari salah satu pondok pesantren yang takut unit usahanya tersaingi. Kehadiran gerai ritel modern skala besar itu diduga dianggap jadi ancaman yang bisa mematikan koperasi hingga UMKM.

Kasi Humas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama membenarkan bahwa dinamika penolakan warga yang berujung anarkis itu dilatarbelakangi oleh kecemasan akan persaingan usaha lokal. Padahal, pembangunan ritel serupa di wilayah lain di Kabupaten Pamekasan umumnya berjalan tanpa gejolak.

"Muncul gelombang penolakan diduga karena khawatir menyaingi retail atau koperasi yang dibangun di pondok pesantren," kata Yoni.

Gelombang penolakan ini sebenarnya telah diupayakan lewat jalur komunikasi dan diplomasi oleh warga dengan pemerintah setempat maupun pihak pengembang. Namun, karena pengerjaan proyek di lokasi tetap berjalan, massa yang diduga merupakan alumni ponpes menggelar aksi unjuk rasa pada Rabu (7/10).

Situasi yang memanas berujung tindakan nekat massa dengan mendatangkan alat berat ekskavator. Dalam rekaman video yang viral di media sosial, ekskavator itu dikerahkan untuk merobohkan dan merusak beberapa bagian bangunan minimarket yang hampir rampung itu.

Petugas kepolisian yang bersiaga di TKP langsung memasang garis polisi untuk mensterilkan lokasi serta mencegah eskalasi massa lanjutan.

Meski berlatar belakangan kekhawatiran ekonomi lokal, Polres Pamekasan menegaskan tetap akan mengusut tuntas tindakan perusakan itu secara profesional demi menjaga kamtibmas.

Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP Yoyok Hardianto, menjelaskan bahwa pihak kepolisian bergerak independen mengumpulkan bukti-bukti awal serta memeriksa saksi-saksi di lapangan. Surat panggilan pemeriksaan juga telah dilayangkan kepada koordinator lapangan (korlap) aksi hingga perwakilan manajemen Indomaret.

"Kami bergerak cepat dengan menerjunkan tim ke lokasi untuk mengamankan area dan mengumpulkan bukti awal," kata Yoyok, Sabtu (10/10/2026). "Hari ini perwakilan mau datang ke reskrim, mereka memenuhi undangan sekaligus kita klarifikasi untuk mempertegas."

Di sisi lain, kepolisian terus memberikan imbauan kepada seluruh elemen masyarakat dan tokoh agama setempat agar tetap menjaga ketenangan serta menyelesaikan perselisihan secara kondusif.

"Kami mengimbau seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, dan pihak-pihak terkait untuk tetap menahan diri, menjaga ketenangan, serta menyerahkan seluruh proses penyelesaian permasalahan melalui jalur hukum dan musyawarah yang kondusif," tuntas Ipda Yoni Evan Pratama.



Simak Video "Video: Komplotan Curanmor di Pamekasan Dibekuk, 9 Pelaku Ditangkap"

(ihc/dpe)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork