Said Abdullah ke Kader PDIP: Jangan Sapa Rakyat Cuma 5 Tahun Sekali!

Muhammad Aminudin - detikJatim
Jumat, 09 Okt 2026 20:37 WIB
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah saat memberikan arahan kepada kader. (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah meminta seluruh kader, terutama yang duduk di lembaga legislatif, rutin menyapa masyarakat. Ia tidak ingin kader hanya menjalin silaturahmi dengan rakyat setiap lima tahun sekali menjelang pemilu.

"Sapa rakyat, sentuh hatinya masyarakat. Enggak ada kata lain. Bukan perlu bantuannya, menyapa rakyat saja," tegas Said dalam konsolidasi kader di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Jumat (9/10/2026).

Said menegaskan bahwa pemilik kehormatan dan kedaulatan tertinggi adalah rakyat. Bukan kader yang duduk di kursi DPR maupun DPRD.

"Karena pemilik kehormatan itu seutuhnya rakyat, bukan anggota DPR RI, bukan anggota DPRD Provinsi, bukan anggota DPRD Kabupaten. Pemilik kehormatan, kedaulatan itu adalah rakyat. DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten, Kota hanya diberi amanah untuk mewakili pemilik kehormatan," terangnya.

Said kembali menekankan, partai tidak membutuhkan kader yang jarang atau tidak sama sekali bersentuhan langsung dengan masyarakat. Bagi Said, kader seperti itu tidak layak berada di PDI Perjuangan.

"Sapa rakyat, jangan kalau jadi anggota DPR, lupa. Ingat 5 tahun sekali, enggak ada gunanya, buang kalau ada kader begitu. Enggak ada lagi yang kayak gitu, sampah bagi PDI Perjuangan," ucapnya.

Said pun membakar semangat kader untuk merapatkan barisan dari mulai tingkat ranting hingga jajaran pengurus DPD Jawa Timur.

"PAC, ranting, ayo bersama-sama. Betul-betul saling bahu-membahu. Tidak ada istilah lagi 5 tahunan itu sudah enggak ada. DPC harus mampu menggerakkan PAC," pungkasnya.



Simak Video "PDI Perjuangan Jatim Bagikan 1.000 Paket Bansos"

(auh/dpe)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork