Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya Bakal Berangkat dari Madyopuro

Faiq Azmi - detikJatim
Jumat, 09 Okt 2026 17:30 WIB
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Malang -

Paguyuban Sopir Angkot Kota Malang mempersilakan Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya beroperasi asal tidak melintas dari Terminal Arjosari. Dishub Jatim memutuskan memilih Terminal Madyopuro menjadi titik awal keberangkatan.

"Bisa juga dari Madyopuro untuk origin destination (OD) atau terminal keberangkatan," kata Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono di Surabaya usai sosialisasi 2027 Zero ODOL, Jumat (9/10/2026).

Nyono menyebut, Terminal Madyopuro sangat strategis sebab lokasinya dekat dengan pintu masuk ke Malang dari Exit tol Pakis.

"Kami ingin ada satu simpul yang strategis yang bisa diakses oleh pengguna. Ya saya sih meliriknya Madyopuro, karena dekat dengan akses pintu tol," tambahnya.

Jika gagal melalui Terminal Madyopuro, maka Nyono akan mengoptimalkan terminal tipe C di daerah Gadang. "Kami juga siapkan opsi lain semisal Madyopuro tidak bisa, yakni dari terminal tipe C di Gadang," tambahnya.

Nyono memastikan, secara garis besar rute Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya sesuai rencana awal. Setelah dari terminal keberangkatan antara Madyopuro atau Gadang, langsung menuju ke Sulfat, lalu ke Terminal Hamid Rusdi, dan berakhir di kawasan Talangagung, Kepanjen.

Nyono mengatakan, pihaknya akan kembali duduk bersama dengan paguyuban angkot Malang terkait penggunaan Terminal Madyopuro sebagai titik keberangkatan Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya.

"Masih dalam pembahasan dengan paguyuban. Yang dipersoalkan kan terminal keberangkatan, kalau tujuan akhir kan tidak berubah. Karena dari awal sudah kami sampaikan, memang agak berat kalau kita lewat Arjosari. Kemudian ada beberapa komunikasi dengan paguyuban nantinya bisa memberikan kesejahteraan bagi mereka," terangnya.

Nyono memastikan, Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya akan melibatkan para sopir angkot Kota Malang yang terdampak langsung.

"Jadi untuk sopirnya itu seluruhnya hampir ada 15 sampai 20 orang itu dari mereka (sopir Trans Jatim) yang teriris oleh lintasan Trans Jatim. Yang kemudian petugas-petugas pembersih daripada busnya, baik yang di tempat asal maupun tempat tujuan, itu juga dari mereka semua, dari paguyuban mereka semua. Ya kita bantu mereka semua supaya ikut memiliki koridor baru ini," jelasnya.

"Nanti bus juga terintegrasi dengan koridor I, kemudian juga dengan pintu tol (Pakis) yang merupakan simpul transportasi bagi masyarakat yang mau masuk Malang Raya dan menuju ke rumah-rumah mereka untuk ke angkutan-angkutan yang lain, integrasinya di sana lebih signifikan," tandasnya.



Simak Video "Video Heboh Pemotor Lempar Batu ke Bus Trans Jatim, Pelakunya Ternyata ASN"

(auh/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork