Penumpang Bus Trans Jatim membagikan cerita soal penumpang lain yang membawa senjata tajam (sajam) saat naik Bus Trans Jatim.
Cerita itu dibagikan oleh akun Threads @pakyan.7. Dalam postingannya, @pakyan.7 menceritakan ada seorang penumpang laki-laki yang membawa sajam dan melakukan tindakan tidak terpuji.
"Selamat sore @officialtransjatim. Saya ingin melaporkan kejadian yang sangat membahayakan dan meresahkan yang saya alami hari ini. Kronologi: Hari ini, 3 Oktober 2026, sekitar jam 14.35 WIB, saya menaiki Bus Trans Jatim No. 14 arah ke Gresik. Di sekitar Garasi Bus Bagong, bus mengalami trouble dan semua penumpang diminta turun lewat pintu tengah," tulis akun pakyan.7 yang dilihat detikJatim, Senin (5/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat turun, ada seorang penumpang pria, berjaket tebal, bertopi warna cream kecoklatan yang mendorong-dorong penumpang lain secara kasar, padahal di depannya ada anak kecil. Salah satu penumpang menegur agar tidak mendorong karena ada anak kecil. Oknum tersebut tidak terima dan langsung menantang duel. Saat saya mencoba melerai, oknum tersebut berkata "kamu mau belain dia? sambil mengeluarkan pisau dari dalam jaketnya dan mengancam saya di depan penumpang lain. Oknum tersebut kemudian kabur naik angkot hijau. Kejadian ini juga sudah saya laporkan langsung ke pramugari yang bertugas di bus tersebut. Ini sudah masuk ancaman pembunuhan dan sangat meresahkan. Membawa senjata tajam di dalam transportasi umum sangat membahayakan keselamatan penumpang lain, termasuk anak-anak," tambahnya.
Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dishub Jatim, Citto Eko Yuli buka suara. Ia memastikan pramugara/pramugari Bus Trans Jatim selalu mengawasi penumpang bus. Jika ada yang membawa saja, maka pramugara/pramugari akan langsung menurunkan penumpang.
"Sudah pasti akan diturunkan apabila kedapatan membawa sajam," jelas Citto kepada detikJatim, Senin (5/10/2026).
Citto membenarkan bahwa ada konflik yang terjadi saat Bus Trans Jatim dengan nomor 114 mengalami kendala mesin. Saat penumpang hendak turun, ada sedikit gesekan antar penumpang.
"Menurut keterangan pramugara, penumpang diturunkan untuk dipindah ke bus lain sembari menunggu tim storing saat pramugara bernama Lucky menurunkan penumpang via pintu depan terjadi konflik di bagian kabin belakang yang tidak terlihat petugas. kemudian terdapat penumpang yang lapor kepada pramugara bahwa ada penumpang yang membawa sajam namun ketika akan dicari oleh petugas, oknum yang membawa sajam sudah melarikan diri," beber Citto.
"Menurut keterangan petugas ketika melakukan penarikan tarif dan pelayanan dalam bus tidak ditemukan adanya penumpang yang membawa senjata tajam atau barang berbahaya yang dilarang. kemungkinan sajam tersebut disimpan di dalam tas oknum tersebut sehingga di luar pemantauan dari petugas pramugara," tambahnya.
Citto memastikan, pramugara Bus Trans Jatim akan terus melakukan pengawasan ketat agar kejadian tersebut tidak terulang di kemudian hari.
"Kebetulan saat mengeluarkan sajam, kondisi bus lagi mati termasuk CCTV. Ini jadi bahan evaluasi kami, karena kejadian ini di luar kemampuan petugas. Karena info pelapor, sajamnya dibawa di dalam tas. Tapi kalau pas masuk bus terlihat pasti akan di turunkan petugas," tandasnya.
