Sejumlah warga di Malang Raya mengeluhkan kelangkaan BBM subsidi jenis Pertalite. Antrean panjang juga terjadi pada sejumlah SPBU baik di wilayah Kabupaten Malang, maupun Kota Malang.
Pantauan detikJatim di beberapa SPBU Kota Malang, terjadi antrean motor untuk mendapatkan BBM Pertalite. Seperti di SPBU Terusan Sulfat, SPBU Tlogomas, SPBU Brantas, dan beberapa SPBU lainnya, sejak Kamis (8/10/2026), pagi.
Kelangkaan stok Pertalite sebenarnya sudah dirasakan sejak beberapa hari terakhir. Bahkan sejak hari kemarin, stok eceran Pertalite biasanya dijual di toko Madura habis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesulitan mendapatkan Pertalite di wilayah Malang Raya kemudian banyak dikeluhkan masyarakat, dan menjadi topic obrolan di media sosial.
"Sejak kemarin sulit cari Pertalite, di SPBU harus antre panjang," kata Hariyono warga Pakjsaji, Kabupaten Malang, Kamis siang.
Hariyono menyebut, susahnya mencari BBM Pertalite cukup membawa dampak dirinya untuk bisa beraktivitas. Karena selama ini, rutinitas kerja yang dijalani bergantung dengan menggunakan kendaraan bermotor.
"Kerja pakai motor, kalau Pertalitenya langka terus bagaimana," keluhnya.
Hal sama disampaikan Ahmad warga Kota Malang yang turut merasakan dampak kelangkaan Pertalite. Dirinya berharap stok Pertalite SPBU bisa segera normal, agar tidak menyusahkan masyarakat.
"Kalau stoknya minim, masyarakat yang kena dampak. Kalau beli non subsidi cukup mahal," ucapnya terpisah.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengaku akan melakukan pengecekan di lapangan terkait kabar langkanya BBM Pertalite di wilayah Malang Raya.
"Coba kami cek ke tim lapangan dulu," kata Ahas dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
