Sungai Jagir Dipenuhi Eceng Gondok, Begini Kondisinya

Sungai Jagir Dipenuhi Eceng Gondok, Begini Kondisinya

Eka Fitria Lusiana - detikJatim
Rabu, 07 Okt 2026 14:15 WIB
Eceng gondok di Sungai Jagir Surabaya
Eceng gondok di Sungai Jagir Surabaya/Foto: Eka Fitria Lusiana/detikJatim
Surabaya -

Sungai Jagir di sepanjang Jalan Jagir, Wonokromo, tampak dipenuhi tumbuhan eceng gondok. Berdasarkan pantauan detikJatim di lokasi pada Senin (5/10/2026), tumbuhan tersebut menyebar di sisi kanan dan kiri aliran sungai.

Sejumlah eceng gondok terlihat mengambang dan berkumpul di permukaan sungai. Tumbuhan itu tampak bergerombol hingga menutupi aliran sungai. Sementara itu, kondisi air sungai terlihat mengalir di sela-sela tanaman tersebut.

Salah satu warga sekitar, Umi, mengaku khawatir dengan keberadaan eceng gondok tersebut. Ia menyebut tumbuhan itu dapat mengganggu kelancaran air sungai. Khususnya ketika debit sungai meningkat pada musim hujan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya, pasti ada sih (kekhawatiran), apalagi kalau musim hujan, itu bisa menghalangi air lewat kan," kata Umi kepada detikJatim, Rabu, (7/10/2026).

ADVERTISEMENT

Selain berpotensi mengganggu aliran air, Umi menilai keberadaan eceng gondok tersebut membuat kondisi sungai tampak lebih kumuh. Bahkan, ia juga mengatakan kondisi air sungai terlihat berbeda dibanding sebelumnya.

"Cuma ini ya kelihatannya jadi tampak kumuh. Itu kan tumbuhannya nyebar di mana-mana. Padahal dulu kalau nggak ada eceng gondok itu airnya jernih, sekarang agak kecoklatan gitu," jelasnya.

Umi menduga keberadaan eceng gondok tersebut berkaitan dengan dibukanya pintu masuk air jagir. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan tumbuhan itu mulai memenuhi aliran sungai.

"Itu kemungkinan ya akhir-akhir ini, perkiraan saya eceng gondok itu ada kalau pintu masuk air jagir dibuka. Kayaknya kalau ditutup, eceng gondoknya juga enggak ada," tuturnya.

Pihaknya berharap, pemerintah segera melakukan pembersihan eceng gondok sebelum memasuki musim hujan. Menurutnya, pembersihan perlu dilakukan agar tumbuhan tersebut tidak mengganggu kelancaran air sungai.

"Segera dibersihkan, maunya sih bersih ya, atau paling tidak airnya bisa jernih seperti dulu. Saya kan asli sini, dulu air sungai itu benar-benar bersih, sekarang udah beda," pungkasnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads