Ada Misi Internasional, Untag Surabaya Borong Prestasi Global 2026

Ada Misi Internasional, Untag Surabaya Borong Prestasi Global 2026

Esti Widiyana - detikJatim
Selasa, 06 Okt 2026 23:30 WIB
Rektor Untag Surabaya Harjo Seputro
Rektor Untag Surabaya Harjo Seputro (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Selama sembilan bulan 2026, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memboyong prestasi tingkat nasional hingga internasional. Untag Surabaya juga memperkuat mutu pendidikan berdaya saing hingga tingkat internasional.

Rektor Untag Surabaya Harjo Seputro mengatakan, prestasi itu diraih oleh mahasiswa dan dosen. Dari kalangan mahasiswa, prestasi hadir di bidang akademik maupun nonakademik.

Pada bidang nonakademik, mahasiswa Untag Surabaya meraih gelar Winner Putri Duta Indonesia Juara Batch III 2026. UKM Jiu-Jitsu bawa 12 medali dari PBJI Jakarta Open 2026, UKM PSHT meraih 18 medali pada Jakarta National Championship 4 Tahun 2026 dan 13 medali pada Bogor Championship 2 Tahun 2026. Tim Taekwondo juga mencatatkan 20 medali dalam Kejuaraan Provinsi Taekwondo Antar Club Jatim 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di kancah internasional, mahasiswa Untag Surabaya turut menyumbangkan medali perunggu pada Polish Indoor Hockey Superliga Network di Polandia," kata Harjo, Selasa (6/10/2026).

ADVERTISEMENT

Lalu bidang akademik dan inovasi, mahasiswa Untag Surabaya menunjukkan kemampuan melalui sejumlah kompetisi. MulI Bronze Medal pada Mandalika Essay Competition (MEC) 8 tingkat nasional, serta Bronze Medal dan Favorite Poster pada 2nd International Student Summit 2026 di Universiti Sains Islam Malaysia. Karya mahasiswa juga berhasil meraih tiga Gold Medal dalam Toba Creative Competition tingkat nasional. Sementara itu, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi meraih Juara 2 tingkat nasional dalam Digital Leadership Challenge: A Brief Case Analysis.

Mahasiswa juga turut menghasilkan program yang berdampak bagi masyarakat. Dalam Program Mahasiswa Berdampak 2026, tim Untag Surabaya meraih dua penghargaan nasional, yakni Silver Award kategori Pelaksanaan Program dan Bronze Award kategori Poster. Program tersebut berfokus pada penguatan ekonomi melalui ketahanan pangan dan mitigasi bencana di Desa Gunung Penanggungan, Mojokerto.

"Dari kalangan dosen, pengakuan hadir melalui bidang kepemimpinan, penelitian, inovasi, dan pengabdian. Sejumlah dosen memperoleh hibah penelitian dan pengabdian, penghargaan ilmiah, hak kekayaan intelektual, serta menghasilkan karya inovasi dan buku. Rekognisi kepemimpinan juga diraih di tingkat nasional dan ASEAN," jelasnya.

Ada juga berbagai kegiatan kemanusiaan. Pada Mudik Lebaran 2026, 17 mahasiswa dari berbagai prodi menjadi relawan untuk membantu dan mengarahkan pemudik di sejumlah stasiun dan terminal. Sebanyak 12 mahasiswa dari berbagai UKM juga ambil bagian dalam Relawan Tanggap Bencana dan Kemanusiaan NTT 2026.

"Kontribusi civitas akademika Untag Surabaya juga menjangkau lingkup internasional melalui Satgas Port Visit 2026. Lima relawan yang terdiri atas dua dosen dan tiga mahasiswa diberangkatkan menggunakan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 untuk mengikuti misi ke empat negara di kawasan Asia Pasifik dan Oseania," ujarnya.

Selain itu, Untag Surabaya kini memiliki 9 fakultas dan 35 program studi, dengan lebih dari 50 persen program studi telah meraih akreditasi Unggul. Pengembangan mutu tersebut tercermin dari berbagai pengakuan di tingkat nasional maupun internasional.

"Untag Surabaya tercatat dalam Top 250 QS South-Eastern Accredited Asia University Ranking 2025. Sejumlah program studi juga telah memperoleh sertifikasi AUN-QA (ASEAN University Network-Quality Assurance), yang memperkuat upaya menghadirkan standar pendidikan yang diakui di kawasan ASEAN," urainya.

Dari lingkungan kampus, mahasiswa turut menunjukkan kemampuan melalui berbagai kompetisi. Sepanjang periode 2025-2026, mahasiswa Untag Surabaya mencatat lebih dari 800 prestasi di bidang akademik dan nonakademik. Raihan tersebut mencakup beragam bidang dan menjadi bagian dari proses pengembangan kompetensi mahasiswa di luar kegiatan perkuliahan.

Pengembangan Untag Surabaya juga mendapat pengakuan melalui sejumlah penghargaan. Di antaranya Anugerah Inovasi Kampus Terpuji kategori Integrasi Teknologi dengan Nasionalisme, Penghargaan Akselerator Inovasi menuju World Class University, serta Anugerah Kampus Unggulan di Wilayah VII Jawa Timur kategori Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Untag Surabaya juga meraih peringkat pertama dalam peningkatan implementasi terbaik terkait upaya pencegahan intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual di Jawa Timur.

"Dengan jumlah mahasiswa mencapai 15.483 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, Untag Surabaya juga terus memperluas jejaring kemitraan. Saat ini terdapat lebih dari 200 mitra internasional dan 430 mitra nasional yang mendukung berbagai program pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Sementara itu, alumni Untag Surabaya telah tersebar di 6 benua dan 50 negara, membawa pengalaman dan kontribusi di berbagai bidang," katanya.

Komitmen terhadap lingkungan berkelanjutan turut menjadi bagian dari pengembangan kampus melalui program Eco Campus. Dalam UI GreenMetric World University Rankings 2026, Untag Surabaya menempati peringkat 751 secara global, meningkat 102 posisi dari peringkat 853 pada 2025. Di tingkat nasional, posisinya berada di peringkat 82, naik 7 peringkat dari posisi 89 pada tahun sebelumnya.

"Berbagai rekam jejak tersebut mencerminkan perjalanan Untag Surabaya dalam mengembangkan pendidikan, prestasi mahasiswa, jejaring kemitraan, inovasi, serta kepedulian terhadap lingkungan. Setelah lebih dari enam dekade berdiri, Kampus Merah Putih terus bergerak memperkuat daya saing perguruan tinggi sekaligus menjaga nilai-nilai kebangsaan yang menjadi bagian dari identitasnya," pungkasnya.



(esw/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads