Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memberangkatkan 11 mahasiswa dari berbagai fakultas Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (23/9). Mereka akan menjadi relawan tanggap bencana dan kemanusiaan.
Rektor Universitas 17 Agustus Surabaya, Harjo Seputro mengatakan para mahasiswa akan bertugas selama 12 hari di Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Menurutnya, program yang akan dilakukan oleh para mahasiswa saat berada di NTT sangat beragam, mulai dari perbaikan infrastruktur sampai perbaikan traumatik bagi korban bencana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang pasti mereka akan bergabung dengan relawan yang lebih awal berada disana, lalu akan ikut untuk perbaikan infrastruktur, terutama pendidikan, lalu perbaikan literasi, dan juga perbaikan traumatik," ujar Harjo, Kamis (24/9/2026).
Harjo juga menyampaikan kepada para mahasiswa agar mengikuti setiap arahan yang diberikan oleh pihak yang berwenang. "Dalam kegiatan disana, ikuti arahan siapa yang berwenang disana, jaga kesehatan, jaga kekompakan, hormati kearifan lokal," ujar Harjo.
Harjo menambahkan, keberangkatan para mahasiswa juga melibatkan seluruh civitas akedemik dan alumni yang bergotong-royong dalam memberikan partisipasinya.
"Saya berharap program-program yang direncanakan bisa berjalan dengan lancar dan sangat baik seperti apa yang kita harapkan," ujarnya.
Salah satu mahasiswa yang ikut dalam rombongan, Sonia Aprilla Nasution menjelaskan persiapan yang telah dilakukan oleh para mahasiswa sebelum menjadi relawan di NTT.
"Kita sudah riset urgensinya apa, yang mereka butuhkan itu apa. Kita juga membuat strategi semaksimal mungkin untuk menjalankan program yang sudah kita rencanakan, terutama di program pendidikan untuk anak-anak SD, dan SMP," ujar Avi.
Lebih lanjut, Sonia juga menjelaskan bahwa para mahasiswa juga akan membantu proses pembangunan infrastruktur dan membantu mengobati trauma healing untuk anak-anak yang masih dalam kondisi sekolah darurat.
