Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedomo Trenggalek mendatangkan belasan mesin cuci darah baru untuk mendukung layanan hemodialisa. Kini jumlah peralatan yang disiapkan bertambah menjadi 31 unit.
Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek Stefanus Triadi Atmono mengatakan, peningkatan layanan rumah sakit menjadi komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
"Jadi mulai hari ini RSUD dr Soedomo mengoperasikan 31 mesin hemodialisa, dari sebelumnya hanya 14 unit. Tentu saja ini akan membantu masyarakat yang membutuhkan layanan cuci darah," kata Triadi, Senin (5/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan selain menambah peralatan, pihak rumah sakit juga melakukan pengembangan berupa gedung layanan yang representatif. Peningkatan pelayanan tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah antrean cuci darah dan pasien bisa tertangani dengan lebih cepat.
"Saat ini rumah sakit melayani 78 pasien HD reguler aktif, sedangkan 145 pasien dalam daftar tunggu, ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan ini masih tinggi," ujarnya.
Direktur RSUd dr Soedomo Trenggalek dr Saeroni menjelaskan, penambahan mesin dan pengembangan gedung baru bukan hanya sekadar untuk mengejar volume pelayanan, melainkan untuk optimalisasi layanan.
"Pasien gagal ginjal perlu melakukan pelayanan cuci darah secara kontinyu seminggu 2 kali," kata Saeroni.
Pihaknya mengakui, sebelum adanya penambahan peralatan, layangan hemodialisa di Trenggalek belum bisa optimal karena adanya keterbatasan sarana dan prasarana.
"Dengan adanya gedung baru dan alat yang 2 kali lebih banyak, semoga mereka bisa terlayani di Trenggalek, sehingga mereka bisa mengurangi biaya," ujarnya.
Ditambahkan untuk menunjang pelayanan manajemen rumah sakit telah menyiapkan 25 perawat mahir hemodialisa, dua dokter spesialis penyakit dalam dan seorang dokter umum bersertifikat dialisis.
