Buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur akan menggelar aksi unjuk rasa di Surabaya hari ini. Massa diperkirakan mencapai 800-1.000 orang.
Wakil Sekretaris DPW FSPMI Jawa Timur Nuruddin Hidayat mengatakan massa akan lebih dulu melaksanakan salat Dhuhur di Masjid Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Setelah itu, massa akan bergerak menuju Kantor Gubernur Jawa Timur.
"Kita salat Dhuhur dulu di Masjid Kejaksaan Tinggi baru otw ke Kantor Gubernur," ujar Nuruddin saat dikonfirmasi detikJatim, Kamis (1/10/2026)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa akan bergerak dari Jalan Frontage Ahmad Yani menuju Jalan Wonokromo. Selanjutnya, rombongan melintasi Jalan Raya Darmo, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Basuki Rahmat, hingga Jalan Embong Malang.
Rute kemudian berlanjut ke Jalan Blauran, Jalan Bubutan, Jalan Kebon Rojo, dan berakhir di kawasan Jalan Pahlawan.
Dengan jumlah massa yang diperkirakan mencapai 1.000 orang dan melintasi sejumlah ruas jalan utama Surabaya, pengguna jalan dapat mewaspadai kepadatan lalu lintas di sepanjang rute aksi.
Dalam aksi tersebut, buruh membawa sejumlah tuntutan. Salah satunya meminta pemerintah segera mengesahkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan.
"Buruh juga menuntut menuntut reformasi pajak perburuhan, termasuk penghapusan pajak JHT, pesangon, dan THR. Mereka juga meminta tidak ada diskriminasi pajak penghasilan bagi buruh perempuan serta menaikkan PTKP menjadi Rp 10 juta," beber Nuruddin
Selain itu, buruh menolak pengali pesangon 0,5 dan meminta revisi Permenaker Nomor 7 Tahun 2026 tentang Alih Daya.
Mereka juga menolak kebijakan upah murah serta mendorong pengesahan Raperda Jatim tentang Jaminan Pesangon dan Pergub Jatim tentang Optimalisasi Pelaksanaan Jaminan Sosial.
Tuntutan lainnya yakni pembentukan Satgas PHK serta penguatan dan pengetatan pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Buruh juga meminta kasus kecelakaan kerja yang menyebabkan buruh meninggal dunia di PT Great Wall Steel diusut tuntas.
Selain demo buru, hingga hari ini sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (SGJT) masih bertahan di Jalan Jagir Wonokromo depan Pertamina.
Sepanjang jalan di depan Kantor Pertamina MOR V Surabaya itu masih bertahan hingga tuntutan mereka dipenuhi.
