Sejarah dan Makna Hari Kesaktian Pancasila

Maratus Sholikah - detikJatim
Senin, 28 Sep 2026 19:15 WIB
Hari Kesaktian Pancasila. Foto: Muhammad Azzam
Surabaya -

Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober untuk mengenang peristiwa Gerakan 30 September (G30S)/PKI 1965. Peringatan ini juga menjadi momentum untuk mengingat kembali kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak lepas dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Lantas, bagaimana sejarah penetapan Hari Kesaktian Pancasila dan apa maknanya bagi masyarakat Indonesia?

Sejarah Hari Kesaktian Pancasila

Melansir laman UPT Museum Pendidikan Nasional, peringatan Hari Kesaktian Pancasila berkaitan dengan peristiwa G30S/PKI pada 1965 yang menewaskan tujuh perwira TNI Angkatan Darat. Jenazah mereka ditemukan di sebuah sumur tua di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, pada 3 Oktober 1965.

Ketujuh korban tersebut terdiri dari enam jenderal dan satu perwira pertama TNI Angkatan Darat. Mereka adalah Letjen Ahmad Yani, Mayjen Raden Suprapto, Mayjen Mas Tirtodarmo Haryono, Mayjen Siswondo Parman, Brigjen Donald Isaac Panjaitan, Brigjen Sutoyo Siswomiharjo, dan Lettu Czi Pierre Andreas Tendean.

Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah Indonesia. Sejak 1967, tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila untuk diperingati setiap tahun. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967.

Makna Hari Kesaktian Pancasila

Makna 'kesaktian' dalam Pancasila tidak merujuk pada sesuatu yang bersifat mistis. Istilah tersebut lebih menggambarkan kekuatan dan keteguhan Pancasila dalam mempertahankan kedudukannya sebagai ideologi serta dasar negara Indonesia.

Dilansir dari laman Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Mempawah, makna tersebut dapat dilihat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pancasila menjadi dasar dalam menjaga persatuan masyarakat Indonesia yang memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya. Nilai-nilai Pancasila juga menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tujuan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Dilansir dari laman Universitas PGRI Yogyakarta, peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk mengingat kembali pentingnya Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Peringatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa nasionalisme serta memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman Indonesia.

Selain mengenang perjalanan sejarah bangsa, peringatan Hari Kesaktian Pancasila diharapkan dapat mendorong masyarakat menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Sikap toleransi, gotong royong, musyawarah, dan menghargai sesama menjadi beberapa contoh penerapannya.

Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan melalui berbagai sikap sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa nilai yang dapat diterapkan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat antara lain sebagai berikut.

  • Meningkatkan rasa cinta kepada Tuhan
  • Menghormati perbedaan
  • Memperlakukan orang lain secara adil
  • Membantu sesama
  • Membangun sikap gotong royong
  • Menjaga kerukunan
  • Menghindari diskriminasi dan kekerasan.

Setiap sila dalam Pancasila memiliki makna dan peran masing-masing yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Seluruh sila menjadi pedoman bagi masyarakat dalam bersikap, berinteraksi, dan hidup berdampingan dengan orang lain.

  • Sila pertama dapat diwujudkan melalui sikap beriman, beribadah, dan menghormati perbedaan agama.
  • Sila kedua melalui sikap peduli, adil, dan menghargai sesama.
  • Sila ketiga dengan menjaga persatuan dan menghargai keberagaman.
  • Sila keempat diterapkan melalui musyawarah, menghargai pendapat, dan tidak memaksakan kehendak.
  • Sila kelima dapat diwujudkan dengan bersikap adil, menghormati hak orang lain, serta mengutamakan kepentingan bersama.

Nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya dipahami, tetapi juga perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap toleransi, gotong royong, keadilan, musyawarah, dan menghargai sesama dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga persatuan serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.



Simak Video "Video: Momen Puan Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila 2025"

(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork