Setiap 1 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila untuk mengenang para Pahlawan Revolusi yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI 1965, sekaligus meneguhkan komitmen untuk menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
Pada tahun ini, Hari Kesaktian Pancasila diperingati pada Kamis 1 Oktober 2026 dengan mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Peringatan ini biasanya diisi dengan upacara bendera di berbagai instansi pemerintah, sekolah, dan lembaga pendidikan.
Dalam upacara tersebut, pembacaan doa menjadi salah satu rangkaian acara. Berikut teks doa Hari Kesaktian Pancasila 2026 yang dapat dibaca saat upacara seperti dikutip dari Pedoman Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026
Bismillahirohmannirohim
Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala ali sayyidina Muhammad
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemberi
Anugerahi kami kejujuran dan kerendahan hati
Anugerahi kami untuk selalu menghargai
Anugerahi kami kemampuan selalu berbakti
Anugerahi kami senantiasa pandai mengapresiasi
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Segala
Yang mengetahui terang dan gelap maksud tujuan
Yang berkuasa atas kematian dan kehidupan
Yang menganugerahkan kemuliaan para pahlawan
Ya Allah, Tuhan yang merajut hati para pendahulu kami
Mengilhami para pendiri ibu pertiwi
Meneguhkan Pancasila sebagai falsafah hidup dan jatidiri
Ya Allah, Tuhan yang melukis takdir di atas lembaran misteri
Jangan biarkan kami menjadi manusia yang tak tahu diri
Menggerogoti tiang penyangga rumah tinggal kami
Ya Allah, Tuhan yang diagungkan dalam setiap helai nafas kehidupan
Engkaulah pemilik sejati kekuatan dan kesaktian
Dengan takdir-Mu Pancasila Engkau selamatkan
Dengan pertolongan-Mu kami selalu bisa menatap masa depan
Ya Allah. Tuhan yang mencipta segala yang serba indah dan keindahan
Ya Allah, Tuhan yang mencipta harmoni dalam keberagaman
Ya Allah, Tuhan yang mencipta Indonesia negeri impian
Ya Allah, Tuhan yang mencipta Indonesia negeri harapan
Puji dan syukur akan selalu kami panjatkan
Wahai Tuhan yang melembutkan hati
Jauhkan kami dari ini dan dengki
Jauhkan kami dari amarah yang membakar diri
Jauhkan kami dari saling mencaci
Jauhkan kami dari niat saling mencabik dan merusak negeri
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun
Ampunilah segala dosa dan kesalahan kami, orang tua kami, para pemimpin kami
Sungguh, ampunan-Mu jauh lebih besar dari apa pun yang ada di bawah kolong langit-Mu di akhir zaman nanti
Wahai Cahaya Maha Cahaya
Terangi kami menuju jalan cahaya
Menuju Indonesia Maju nan Sentosa
Robbana atina fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina adzabannar
Walhamdulillahi robbil 'alamin
Baca juga: Ikrar Hari Kesaktian Pancasila 2026 |
Sejarah Hari Kesaktian Pancasila
Melansir laman UPT Museum Pendidikan Nasional, peringatan Hari Kesaktian Pancasila berkaitan dengan peristiwa G30S pada 1965 yang menewaskan tujuh perwira TNI Angkatan Darat (AD). Jenazah para korban ditemukan di sebuah sumur tua di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, pada 3 Oktober 1965.
Ketujuh korban tersebut terdiri atas enam jenderal dan satu perwira pertama TNI Angkatan Darat. Mereka adalah Letjen Ahmad Yani, Mayjen R Soeprapto, Mayjen M T Haryono, Mayjen Siswondo Parman, Brigjen D I Panjaitan, Brigjen Sutoyo Siswomiharjo, dan Lettu Czi Pierre Andreas Tendean.
Dalam narasi sejarah versi masa Orde Baru, pembunuhan para jenderal dan perwira tersebut dikaitkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Setelah peristiwa G30S, Mayjen Soeharto selaku Panglima Kostrad mengambil alih komando Angkatan Darat.
Ia melakukan langkah-langkah untuk memulihkan kendali militer. PKI pun dinyatakan sebagai organisasi terlarang.Orang-orang yang dituduh sebagai simpatisannya kemudian ditangkap.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila sendiri ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri/Panglima Angkatan Darat Nomor Kep 977/9/1966 17 September 1966. Penetapan tersebut dilakukan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto dan kemudian ditegaskan kembali melalui Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967.
Sejak saat itu, tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang para korban sekaligus meneguhkan Pancasila sebagai dasar negara.
Dalam rangkaian peringatan tersebut, bendera dikibarkan setengah tiang pada 30 September sebagai bentuk penghormatan dan tanda berkabung. Selanjutnya, pada 1 Oktober bendera dikibarkan satu tiang penuh.
