Pelaksanaan Parapatan Luhur (Parluh) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) kubu Muhamad Taufik gagal digelar di Kota Madiun. Sejatinya, Parluh akan digelar pada 25 hingga 27 September 2026.
Taufik mengaku terpaksa menunda pelaksanaan Parluh karena berbagai alasan. Salah satunya adanya sikap diskriminasi dari aparat keamanan, maupun Forkopimda setempat.
"Pengurus Pusat menyayangkan sikap diskriminatif serta tindakan berlebihan dari oknum aparat keamanan dan Forkopimda setempat, seperti pembatalan sewa hotel/penginapan secara sepihak terhadap peserta yang beriktikad baik," kata Taufik dalam keterangan resminya yang diterima detikJatim, Sabtu (26/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taufik lantas menilai sikap diskriminatif itu merupakan ketakutan berlebihan. Padahal PSHT kubunya datang dengan itikad baik dan tanpa senjata.
"PSHT menilai adanya indikasi ketakutan berlebihan (paranoia) dan perlakuan tidak adil yang tidak memiliki landasan hukum yang jelas terhadap warga PSHT yang hadir tanpa membawa senjata dan beriktikad damai," terangnya.
Atas hal ini, lanjut Taufik, pihaknya mengimbauan kepada anggotanya agar tetap tenang dan menjaga kondusifitas keamanan. Ia juga memohon maaf kepada masyarakat jika aktivitas yang ditimbulkan mengganggu kenyamanan warga.
"Kepada Seluruh Warga PSHT dimbau untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas, tidak terprovokasi, dan memegang teguh ajaran PSHT. Warga diajak untuk terus menjadi orang merdeka yang taat hukum, berbudi luhur, serta senantiasa memberikan kemanfaatan bagi masyarakat (memayu hayuning bawana)," tandas Taufik.
Sebelumnya, Pelaksanaan Parapatan Luhur (Parluh) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) oleh kubu Muhamad Taufik gagal digelar di Kota Madiun. Dalam jadwal Parluh yang ada, kegiatan itu seharusnya digelar pada 25 hingga 27 September 2026. Namun, hingga saat ini kegiatan itu belum terlaksana.
Dalam keterangan tertulis resmi, Muhamad Taufik menyampaikan pelaksanaan Parluh yang sedianya dilaksanakan di Madiun terpaksa ditunda. Menurut Taufik penundaan bukan merupakan bentuk kekalahan PSHT kubunya.
"Penundaan ini bukan bentuk kekalahan, melainkan bagian dari perjuangan serta komitmen organisasi untuk tetap mengupayakan pelaksanaan Parluh di Madiun," ujar Taufik dalam keterangan tersebut, Sabtu (26/9/2026).
Menurut Taufik, pengurus pusat PSHT kubunya menegaskan bahwa pelaksanaan Parluh tetap akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Penundaan itu harus dilakukan demi menjaga wilayah kondusif di Madiun.
"Parapatan Luhur yang sedianya dilaksanakan terpaksa ditunda demi menjaga kondusifitas. Penundaan ini bukan bentuk kekalahan, melainkan bagian dari perjuangan serta komitmen organisasi untuk tetap mengupayakan agar Parluh dapat diselenggarakan secara resmi,"papar Taufik.
