Fix! Parapatan Luhur PSHT Kubu M Taufiq di Kota Madiun Ditunda

Fix! Parapatan Luhur PSHT Kubu M Taufiq di Kota Madiun Ditunda

Sugeng Harianto - detikJatim
Sabtu, 26 Sep 2026 15:20 WIB
Padepokan PSHT Madiun
Padepokan PSHT Madiun. (Foto: Sugeng Hariono/detikJatim)
Madiun -

Pelaksanaan Parapatan Luhur (Parluh) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) oleh kubu Muhamad Taufik gagal digelar di Kota Madiun. Dalam jadwal Parluh yang ada, kegiatan itu seharusnya digelar pada 25 hingga 27 September 2026. Namun, hingga saat ini kegiatan itu belum terlaksana.

Dalam keterangan tertulis resmi, Muhamad Taufik menyampaikan pelaksanaan Parluh yang sedianya dilaksanakan di Madiun terpaksa ditunda. Menurut Taufik penundaan bukan merupakan bentuk kekalahan PSHT kubunya.

"Penundaan ini bukan bentuk kekalahan, melainkan bagian dari perjuangan serta komitmen organisasi untuk tetap mengupayakan pelaksanaan Parluh di Madiun," ujar Taufik dalam keterangan tersebut, Sabtu (26/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Taufik, pengurus pusat PSHT kubunya menegaskan bahwa pelaksanaan Parluh tetap akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Penundaan itu harus dilakukan demi menjaga wilayah kondusif di Madiun.

"Parapatan Luhur yang sedianya dilaksanakan terpaksa ditunda demi menjaga kondusifitas. Penundaan ini bukan bentuk kekalahan, melainkan bagian dari perjuangan serta komitmen organisasi untuk tetap mengupayakan agar Parluh dapat diselenggarakan secara resmi,"papar Taufik.

ADVERTISEMENT

Taufik menambahkan, bahwa PSHT menegaskan komitmennya untuk tidak memicu bentrokan atau kerusuhan di Kota Madiun. Kota Madiun, Lanjut Taufik, adalah tanah kelahiran PSHT sehingga organisasi menolak keras segala bentuk adu domba.

"Madiun adalah tanah kelahiran (tumpah darah) PSHT sehingga organisasi menolak keras segala bentuk adu domba atau provokasi dari pihak manapun yang ingin menciptakan pertumpahan darah atau merusak ketenteraman masyarakat Madiun," papar Taufik.

"Warga PSHT kita imbau untuk tetap tenang, menjaga kondusifitas, tidak terprovokasi, dan memegang teguh ajaran PSHT. Semua warga diajak untuk terus menjadi 'orang merdeka' yang taat hukum, berbudi luhur, serta senantiasa memberikan kemanfaatan bagi masyarakat (memayu hayuning bawana)," tandas Taufik.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads