Lokasi Parluh PSHT Kubu Taufiq Belum Jelas hingga Hari H

Lokasi Parluh PSHT Kubu Taufiq Belum Jelas hingga Hari H

Sugeng Harianto - detikJatim
Jumat, 25 Sep 2026 16:00 WIB
Persiapan pengamanan massa untuk Parluh PSHT kubu M Taufiq
Persiapan pengamanan massa untuk Parluh PSHT kubu M Taufiq/Foto: Sugeng Hariono/detikJatim
Madiun -

Pelaksanaan Parapatan Luhur (Parluh) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) kubu pimpinan Muhammad Taufiq yang dijadwalkan berlangsung hari ini masih belum jelas. Hingga Jumat (25/9/2026), belum ada kepastian terkait lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Kasi Humas Polres Madiun Kota Ipda Aris Yunandi mengatakan, pihaknya belum mendapat informasi mengenai pelaksanaan Parluh. Polisi juga masih menunggu kepastian terkait agenda tersebut.

"Kita belum tahu acara belum ada," ujar Aris saat dikonfirmasi detikJatim, Jumat (25/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Kapolres Madiun Kota AKBP Rizki Pratama Wida Prastianto mengatakan, Forkopimda Kota dan Kabupaten Madiun serta Provinsi Jatim telah menyepakati agar Parluh tidak digelar di wilayah Kota maupun Kabupaten Madiun.

ADVERTISEMENT

"Dari Forkopimda Kota dan Kabupaten Madiun dan Magetan serta Provinsi menyepakati bahwa kegiatan (Parluh) agar tidak dilaksanakan di Kota maupun Kabupaten Madiun," ujar Rizki kepada wartawan, Kamis (24/9/2026).

Rizki mengatakan, meski tidak diperbolehkan digelar di wilayah Madiun, Forkopimda Kabupaten Magetan pada prinsipnya siap menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Namun, hingga kini pihak PSHT masih perlu menentukan lokasi yang akan digunakan.

"Dari Kabupaten Magetan pada prinsipnya siap untuk menjadi tempat kegiatan dimaksud (Parluh)," jelas Rizki.

Sementara itu, Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa mengatakan hingga saat ini belum ada kegiatan Parluh di wilayah Magetan. Polisi tetap melakukan pengamanan wilayah untuk mengantisipasi adanya pergerakan massa.

"Hari ini bekum asa (parluh di Magetan). Kita hanya pengamanan wilayah dengan penyekatan," tandas Erik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikJatim, sejumlah senior PSHT kubu Muhammad Taufiq diketahui berada di Hotel Kharisma, Kota Madiun. Sementara itu, Welly Dany Permana, S.H. yang bertindak sebagai kuasa hukum PSHT kubu Muhammad Taufiq belum memberikan keterangan resmi terkait rencana pelaksanaan Parluh.

Polda Jawa Timur mengerahkan 2.500 personel gabungan untuk mengamankan wilayah Kota Madiun menjelang rangkaian kegiatan pencak silat. Pengamanan melibatkan unsur TNI-Polri dan instansi terkait untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pengerahan personel dilakukan setelah sebelumnya terjadi bentrokan antara pesilat dengan polisi di Kota Madiun. Pengamanan ditujukan untuk mengantisipasi potensi gangguan selama rangkaian kegiatan pencak silat di wilayah hukum Polres Madiun Kota.

Karo Ops Polda Jatim Kombes Joni Iskandar mengatakan, hal tersebut saat memimpin apel Gelar Pasukan Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 di Madiun. Ia meminta seluruh personel menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan pendekatan humanis, serta mengutamakan keselamatan masyarakat.

"Kami mengimbau seluruh warga, khususnya para anggota perguruan pencak silat, agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban," kata Joni, kepada wartawan Kamis (24/9/2026).

Pantauan detikJatim, puluhan personel TNI-Polri tampak bersiaga di sejumlah titik strategis di Kota dan Kabupaten Madiun. Salah satunya di Simpang 4 Dumpil arah Gerbang Tol Madiun. Pengamanan juga terlihat di sekitar Hotel Kharisma di Jalan Dr Sutomo, Kota Madiun.

Sebelumnya, massa pesilat PSHT kubu pimpinan Muhammad Taufiq terlibat bentrokan dengan aparat kepolisian di Jalan Merak, Kota Madiun, pada Selasa (22/9/2026). Massa tersebut diketahui hendak menuju Gedung Padepokan PSHT Pusat Madiun untuk melakukan persiapan kegiatan Parluh.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads