Cengengesan Pelaku Pelecehan Modus Konten Boneka di Hadapan Polisi

Cengengesan Pelaku Pelecehan Modus Konten Boneka di Hadapan Polisi

Eka Fitria Lusiana - detikJatim
Jumat, 25 Sep 2026 21:15 WIB
Pelaku pelecehan modus konten boneka di Jalan Tunjungan Surabaya saat bertemu Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie
Pelaku pelecehan modus konten boneka di Jalan Tunjungan Surabaya saat bertemu Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie. (Foto: Tangkapan layar)
Surabaya -

Pelaku pelecehan dengan modus konten boneka di Jalan Tunjungan, Surabaya, memberikan keterangan kepada polisi. Dalam pemeriksaan, pelaku berdalih bagian boneka yang menyerupai alat kelamin pria itu hanyalah ekor.

Pelaku tampak cengengesan saat memberikan keterangan di hadapan polisi. Ketika ditanya mengenai bagian boneka berbentuk panjang yang menyerupai alat kelamin pria, dia menyebut bagian tersebut merupakan ekor yang sengaja dipindahkan ke bagian depan.

"Itukan cuma ekor doang, ndan, ekor belakang aslinya, dipindah di depan," kata pelaku dikutip dari instagram @surabayapolice1.official.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaku mengaku sebelum melakukan pengambilan video, dirinya sudah meminta izin kepada para korban. Ia mengarahkan para korban untuk memegang ekor boneka yang menyerupai kemaluan pria.

ADVERTISEMENT

"Saya ngeloby ndan. Sorry permisi kak aku boleh minta izin buat konten boneka boleh nggak begitu. Terus bilang boleh. Dua hari kemudian enggak terima," ujarnya.

Dihadapan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Dr. Luthfie Sulistiawan, pelaku menyebut terdapat 100 orang yang diajak dalam kontennya. Kini, pihaknya sudah menyadari kesalahan dan telah menghapus seluruh konten yang pernah dibuatnya.

"Saya mohon maaf kepada warga Surabaya kalau konten saya tidak berkenan atau kurang mengenakan ke orang Surabaya, saya minta maaf sebesar besarnya," pungkasnya.

Diketahui, sebelumnya seorang wanita berinisial ASN mengaku telah menjadi korban pelecehan dengan modus konten boneka di Jalan Tunjungan. Dalam pengakuannya, ASN diajak membuat konten pada 5 Agustus 2026.

Saat itu dirinya sedang berjalan-jalan bersama temannya. Ketika hendak pulang dan berjalan menuju parkiran di kawasan Jalan Tunjungan, dia dihampiri oleh dua pria yang menawarinya membuat konten dengan boneka.

Semula ASN melakukan penolakan, tetapi akhirnya bersedia. Dirinya diminta melakukan pengambilan video sebanyak tiga kali dengan orang berbeda tetapi konsepnya sama.

Saat itu ia tidak menyadari telah menjadi korban pelecehan. ASN baru menyadari setelah melihat sejumlah konten yang memiliki pola serupa dan mengandung unsur pelecehan seksual. Hal ini terlihat pada ekor boneka yang dibawa menyerupai kemaluan pria.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads