Sepanjang musim kemarau 2026 ini, ada 104 titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Timur (Jatim). Luasan lahan yang terbakar mencapai 7895,56 Hektare (Ha).
"Ada 104 kejadian karhutla di Jawa Timur, dengan total luas area terdampak yakni 7895,56 Hektare," kata Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto kepada detikJatim, Jumat (25/9/2026).
Dari data BPBD Jatim, karhutla yang menghanguskan lahan terbesar yakni saat kebakaran kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di wilayah Lumajang pada akhir Agustus. Total luasan lahan yang hangus kala itu mencapai 1.888,91 Ha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, karhutla yang terjadi di Gunung Ijen (masuk wilayah Banyuwangi) juga menghanguskan lahan seluas 1.463 Ha. Lalu, karhutla Gunung Buthak-Gunung Kawi menghanguskan lebih dari 1.000 Ha.
Berdasarkan peta rawan bencana, Jatim juga masuk dalam wilayah yang sangat rentan terjadi karhutla. Ada sebanyak 817.456 Ha lahan dan hutan yang berpotensi terjadi karhutla selama musim kemarau 2026 ini.
Gatot menyebut, dari 104 kejadian karhutla tersebar di 21 kabupaten/kota se Jatim. Pihaknya masih terus memonitor sejumlah titik yang rawan terjadi karhutla susulan.
"Wilayah gunung punya potensi tinggi terjadi karhutla, seperti di Bromo, Tahura Raden Soerjo, Gunung Lawu, Gunung Argopuro, Gunung Ijen, serta Gunung Penanggungan," terangnya.
Gatot menambahkan, akhir September ini masih masuk dalam periode puncak musim kemarau 2026.
"Kami imbau masyarakat jangan membakar sampah sembarangan, kalau ada titik api sekecil apapun pastikan padam dengan sempurna," tandasnya.
