Tak Cuma QRIS, Parkir Digital di Surabaya Kini Bisa Pakai Voucher

Tak Cuma QRIS, Parkir Digital di Surabaya Kini Bisa Pakai Voucher

Nailul Hikmah - detikJatim
Kamis, 24 Sep 2026 18:30 WIB
Parkir digital di kawasan Tanjung Anom Surabaya
Parkir digital di kawasan Tanjung Anom Surabaya/Foto: Nailul Hikmah/detikJatim
Surabaya -

Peresmian parkir dengan sistem yang lebih maju, telah diterapkan di beberapa tempat parkir Surabaya. Penerapan sistem parkir digital ini untuk menata aktivitas parkir, sekaligus mendorong penggunaan transaksi non-tunai.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha UPT Parkir Tepi Jalan Umum Dishub Kota Surabaya, Pradana Affan Abdillah mengungkap, inovasi parkir non-tunai ini hadir untuk mengakhiri konflik di lapangan antara juru parkir (jukir), pengusaha, dan pengguna kendaraan.

Affan mengatakan, penggunaan parkir digital sebagai pemenuhan keinginan warga yang juga menginginkan adanya transparansi. Ia juga menambahkan, adanya parkir digital supaya tidak ada lagi fitnah dan hal-hal yang negatif terhadap juru parkir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Supaya tidak ada lagi fitnah, tidak ada lagi hal-hal yang image-nya negatif terhadap parkir. Nah, bentuk transparansi itu adalah digitalisasi, sehingga seluruh peredaran transaksi uang parkir itu bisa ter-record, ter-jejak digital," ujarnya, Kamis (24/9/2026).

ADVERTISEMENT

Ia juga mengungkapkan, terkait penggunaan parkir digital ini yang menggunakan empat metode, di antaranya ada handphone berisi kode pembayaran QRIS, rompi jukir yang tertera kode pembayaran QRIS, ID Card bagi petugas parkir, dan voucher parkir.

"Untuk digitalisasinya menggunakan empat metode. Satu adalah di handphone, handphone ini untuk para juru parkir yang setiap hari diedarkan oleh pengawas kita. Handphone itu bisa menerima pembayaran melalui QRIS," ujarnya Selasa (23/9).

"Kemudian, kedua adalah metode QRIS yang ada di rompi jukir yang di kanan-kiri itu ada barcode-nya," lanjutnya.

Selain itu, ada juga pembayaran melalui QRIS pada ID card yang digunakan oleh jukir. Penggunaan ID card berisi barcode QRIS ini digunakan sebagai pengganti rompi para jukir yang rusak.

"Kemudian yang ketiga ada lagi namanya QRIS yang di keplek. Karena kami melihat perkembangan bahwa banyak juga rompi QRIS itu yang terkena keringat, terkena panas, terkena lecet," ujar Affan.

Penggunaan ID card ini supaya tidak ada lagi alasan-alasan dari jukir yang rompinya lecet, dicuci, dan lain-lain karena sudah terpasang sindikat yang anti-air.

Kemudian, Affan juga menyebut metode parkir yang terakhir itu memakai voucher parkir. Metode ini berbasis prabayar yang dapat dibeli terlebih dahulu di beberapa lokasi yang telah disediakan voucher parkir.

"Metode parkir digital yang terakhir adalah voucher parkir. Model parkir berbasis parkir ini model pembayaran parkir secara prabayar. Sebenarnya modal parkir ini adalah parkir secara prabayar, membeli dulu voucher parkirnya di beberapa lokasi. Ada 10 lokasi yang sudah kami siapkan saat ini," ungkapnya.

Pengunjung yang merasa kebingungan terkait sistem parkir yang baru, voucher parkir ini bisa dipakai untuk memudahkan pengunjung yang hendak parkir. Meski voucher sudah tersebar di 10 lokasi dan diserahkan kepada petugas parkir, penggunaannya voucher ini masih masif.

"Namun, kami juga melihat perkembangannya belum masif ya, sudah sosialisasi juga belum ada respon bagus juga dari masyarakat sehingga kami mencoba menitipkan voucher parkir itu di petugas parkir," terang Affan.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads