Parkir Tanjung Anom Kawasan Tunjungan Surabaya Kini Pakai Gate

detikJatim X Info Surabaya

Parkir Tanjung Anom Kawasan Tunjungan Surabaya Kini Pakai Gate

info_surabaya, Andina Winanda - detikJatim
Senin, 21 Sep 2026 20:30 WIB
Parkir Tanjung Anom Surabaya Kini Pakai Gate
Parkir Tanjung Anom Surabaya Kini Pakai Gate. (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Sistem parkir di Jalan Tanjung Anom, kawasan Tunjungan Romansa Surabaya, kini menggunakan gate. Dilihat detikJatim dari unggahan Instagram @info_surabaya, kendaraan yang hendak parkir di Jalan Tanjung Anom kini masuk melalui gate yang berada di akses kawasan parkir.

Penerapan sistem tersebut membuat proses keluar-masuk kendaraan menjadi lebih teratur. Pengendara juga tidak lagi melakukan pembayaran parkir secara langsung kepada jukir seperti sistem sebelumnya.

Berdasarkan keterangan Pemkot Surabaya, sistem parkir portal di Jalan Tanjung Anom mulai diterapkan pada 14 Agustus 2026. Sistem tersebut dilengkapi mesin karcis otomatis dan pembayaran non-tunai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengendara dapat melakukan pembayaran menggunakan QRIS maupun kartu uang elektronik atau e-Toll. Untuk tahap awal, tarif yang diberlakukan yakni Rp 2.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil. Meski sistem pembayaran sudah menggunakan gate, jukir tetap ditempatkan di kawasan tersebut.

Dikutip dari laman resmi Pemkot Surabaya, Kepala Dishub Surabaya Trio Wahyu Bowo menyebut para jukir kini lebih berfokus pada pengaturan kendaraan.Sebanyak 14 jukir tetap bertugas di kawasan Jalan Tanjung Anom. Mereka bertugas membantu menata kendaraan agar area parkir tetap teratur.

ADVERTISEMENT

Penerapan sistem gate juga berdampak pada pendapatan parkir. Dalam keterangan terbaru Pemkot Surabaya, pendapatan parkir di Jalan Tanjung Anom disebut mencapai sekitar Rp 80 juta per bulan.

"Alhamdulillah pendapatan 14 teman-teman petugas parkir atau jukir itu sekitar Rp 2,3 juta per bulannya, per orang. Tapi secara total pendapatan yang masuk ke gate parkir itu kurang lebih Rp 80 juta," ungkapnya.

Trio mengatakan, penataan tersebut tidak hanya berdampak terhadap pendapatan, tetapi juga membuat aktivitas parkir menjadi lebih merata di sepanjang Jalan Tanjung Anom.

Dari jumlah tersebut, 14 jukir yang bertugas di kawasan tersebut masing-masing mendapatkan sekitar Rp 2,3 juta per bulan. Pemkot menyebut penataan parkir juga membuat kendaraan dapat tersebar lebih merata di sepanjang Jalan Tanjung Anom.

Sistem parkir gate ini menjadi bagian dari penataan kawasan Tunjungan Romansa. Penggunaan pembayaran non-tunai sekaligus membuat transaksi parkir tercatat secara digital.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads