Sistem parkir digital kini diterapkan di Jalan Tanjung Anom, kawasan Tunjungan Romansa, Surabaya. Pengunjung yang membawa kendaraan dapat menggunakan area parkir tersebut dengan sistem pembayaran non-tunai.
Digitalisasi parkir itu diinisiasi Pemkot Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya. Sistem tersebut mulai diterapkan sejak Jumat (14/8/2026), dilengkapi mesin karcis otomatis dan pembayaran menggunakan QRIS.
Pengunjung harus melewati gate untuk masuk ke area parkir. Saat hendak keluar, pengunjung melakukan pembayaran parkir melalui QRIS sebelum meninggalkan area.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru Parkir (Jukir) Tanjung Anom, Yanto mengatakan, sistem baru tersebut telah berjalan lebih dari sebulan. Menurutnya, jumlah kendaraan yang parkir di lokasi tersebut semakin bertambah.
"Sistem parkir sudah ada sebulan lebih lah dan semakin banyak yang parkir karena aman, nyaman, dan murah," ujarnya pada Kamis (24/9/2026).
Tarif parkir yang diterapkan yakni Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 5.000 untuk kendaraan roda empat. Tarif tersebut tidak dihitung berdasarkan durasi parkir sehingga pengunjung tidak dibatasi waktu.
"Parkirnya tidak ada batasan jam, jadi bebas," lanjutnya.
Yanto mengatakan, sistem tersebut juga membuat keamanan kendaraan lebih mudah dipantau. Petugas akan mengecek kendaraan yang ditinggalkan pengunjung, termasuk memastikan tidak ada kunci kontak atau barang yang tertinggal.
"Pasti kita cek satu-satu, bila ada kontak atau barang tertinggal kita amankan," terangnya.
Menurut Yanto, selama penerapan sistem parkir digital di Tanjung Anom tidak ditemukan kendala berarti.
Sementara itu, salah satu pengunjung Jalan Tunjungan yang memarkirkan kendaraannya di Tanjung Anom, Satria, menilai sistem baru tersebut lebih memudahkan pengunjung, termasuk pelajar dan anak muda.
"Kalau yang lama itu kan lebih riweh, kayak misal nyari tempatnya itu susah, kalau sekarang lebih terjangkau untuk pelajar. Kalau dulu kan antara Rp 5.000 atau Rp 10.000. Nah, sekarang kan juga Rp 2.000, itu membantu banget untuk pelajar," beber Satria.
Satria berharap, sistem parkir digital di kawasan Jalan Tunjungan bisa diperbanyak. Sebab, menurutnya, kebutuhan tempat parkir meningkat saat akhir pekan.
"Mungkin kalau rame itu masih sama gitu tapi lebih teratur, terus pembayarannya juga lebih aman dan gampang," pungkasnya.
