Dari Mana Pasokan Air Damkar Surabaya Saat Musim Kemarau?

Dari Mana Pasokan Air Damkar Surabaya Saat Musim Kemarau?

Muhammad Syihab Wabi - detikJatim
Rabu, 23 Sep 2026 18:15 WIB
Damkar di Surabaya
Damkar di Surabaya/Foto: Fadli Muhammad Yusuf Aprinanta-Lolos
Surabaya -

Musim kemarau membuat ancaman kebakaran meningkat, sementara proses pemadaman tak selalu berlangsung singkat. Lantas, dari mana pasokan air Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Surabaya ketika air di mobil pemadam habis saat berjibaku dengan api?

Damkar Surabaya ternyata menyiapkan ratusan titik sumber air yang tersebar di berbagai wilayah Kota Pahlawan. Sebanyak 414 sumur atau tandon disiapkan sebagai sumber air cadangan untuk mendukung proses pemadaman, termasuk ketika petugas menangani kebakaran yang berlangsung lama.

"Kalau untuk di Surabaya kita kebetulan sarpras kita itu lumayan banyak, dengan kita punya 414 sumur atau tandon, yang biasanya dipakai oleh teman-teman yang sudah tersebar di seluruh Surabaya," ujar Kepala Damkar Surabaya, Laksita Rini Sefriani kepada detikJatim, Rabu (23/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rini menjelaskan, seluruh armada mobil pemadam kebakaran sudah dalam kondisi terisi penuh air sebelum bertugas. Namun, jika air di mobil habis saat proses pemadaman berlangsung, petugas akan mengambil air dari sumur-sumur yang paling dekat dengan lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

Selain masalah sumber air, angin kencang yang terjadi di musim kemarau turut mempersulit proses pemadaman. Petugas dituntut bekerja lebih cepat agar api tidak merembet ke bangunan atau lahan di sekitarnya.

"Begitu anginnya kencang, kita juga harus berjibaku melawan apinya, supaya tidak merembet ke yang lainnya," katanya.

Menurut Rini, dalam kondisi seperti ini petugas tidak hanya memadamkan titik api, tapi juga melakukan blokade dengan membasahi area sekitar lokasi kebakaran agar api tidak merembet ke bangunan atau lahan tetangganya.

Rini juga menyampaikan, waktu tanggap Damkar Surabaya untuk sampai ke lokasi kejadian rata-rata 6,5 menit. Dalam menjalankan tugasnya, Damkar Surabaya juga berkolaborasi dengan sejumlah instansi seperti BPBD, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Untuk kasus kebakaran bangunan, Damkar Surabaya turut bekerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) yang menyediakan alat berat untuk mengurai reruntuhan bangunan dalam mencari titik api.

"Jadi mereka mengurai, kita semprot, sehingga kalau ada bahan yang terbakar seperti plastik, itu padamnya lama. Jadi akan lebih mudah untuk penanganannya," katanya.

Rini menambahkan, setiap pergantian shift petugas selalu melakukan pengecekan kondisi armada secara menyeluruh. Baik petugas shift yang baru datang maupun yang akan pulang sama-sama melakukan laporan kelayakan kendaraan.

"Jadi harus selalu crosscheck sebelum dipakai," ujarnya.

Dengan kombinasi 414 titik air dan kolaborasi antar dinas, Damkar Surabaya menjamin pasokan air untuk operasi pemadaman di musim kemarau saat ini masih dapat diandalkan.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads